BBKSDA Masih Dalami Pembalakan Di Cagar Biosfer

Pekanbaru, 28/12 (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Provinsi Riau masih mendalami kasus pembalakan liar yang berlangsung terhadap ribuan hektare zona inti kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu.

         "Kami masih menelusuri kasus pembalakan dalam bentuk penyidikan untuk mengetahui keterlibatan para pelaku," kata Kepala BBKSDA Provinsi Riau, Kurnia Rauf, di Pekanbaru, Selasa.

         Akhir pekan lalu, operasi tim gabungan menyita berbagai alat yang digunakan untuk kegiatan pembalakan berikut hasil pembalakan di zona inti cagar biosfer yang berada di wilayah Desa Tasik Serai, Kabupaten Bengkalis.

         Di antaranya empat unit ekskavator, lima unit chainsaw (alat pemotong kayu), sepeda, alat penerangan mesin dompleng, ribuan kayu gelondongan, dan kayu olahan dengan volume sekitar 20 meter kubik di lokasi pembalakan.

         Kurnia mengatakan, dari sejumlah alat berat dan barang bukti yang ditemukan di lokasi, lajutnya, aktifitas pembalakan liar itu tidak mungkin dilakukan masyarakat lokal karena jumlah hutan yang dibabat cukup luas.

         Pihaknya yakin, dalam waktu dekat mampu mengungkap pelaku pembalakan zona inti hutan suaka alam Giam Siak Kecil Bukit Batu yang telah ditasbihkan menjadi cagar biosfer dunia oleh UNESCO di Jeju, Korea Selatan, tahun 2009.

         Meski ditemukan ribuan bibit kelapa sawit siap tanam, dan banyaknya pintu masuk ke zona inti cagar biosfer dari zona peyangga, namun kecil kemungkinan pembalakan itu dilakukan masyarakat sekitar.

         "Jika kita lihat dari asal-usul alat berat saja, maka tidak mungkin masyarakat yang menjadi pelaku utama dari pembalakan itu," tegas Kurnia.

         BBKSDA Riau tidak menginginkan pengalaman seperti pembalakan di kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo, Riau kembali terulang di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu.

         "Semua akan kami sikat habis, dan kami tidak ingin ada Tesso Nilo kedua di Riau. Setelah kawasan konservasi gajah itu dirambah, baru operasi pembersihan digelar," tegasnya lagi.

         Zona inti cagar biosfer yang dirambah berada di bagian dalam dari kawasan Giam Siak Bukit Batu yang dikelilingi zona peyangga dan zona transisi dengan total luas kawasan itu 178.722 hektare.

         Sebagian besar di luar zona inti cagar biosfer, yakni daerah penyangga dan transisi berdiri hutan tanaman produksi milik konsesi industri perusahan pulp dan kertas Sinar Mas Forestry.

         Juru bicara Sinar Mas Forestry, Nurul Huda, mengaku lokasi pembalakan liar yang terjadi di kawasan koridor ekologis zona inti cagar biosfer yang berada di bawah pengawasan BBKSDA Riau.

         "Meski demikian, kami tetap membantu upaya BBKSDA Riau dalam melakukan pengawasan karena banyak akses pintu masuk menuju ke zona inti cagar biosfer," ujarnya.