Sepak Bola - Krisis Keuangan Berdampak Terhadap Pemain PSPS

Pekanbaru, 29/12 (ANTARA) - Krisis keuangan yang melanda klub peserta Indonesia Super League (ISL), PSPS Pekanbaru dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif terhadap mental pemain saat bertanding.

         "Sedikit banyak krisis yang terjadi saat ini sudah jelas berpengaruh bagi pemain dan kami khawatir bisa menggangggu penampilan tim," ujar pelatih PSPS Abdurrahman Gurning di Pekanbaru, Rabu.

         Manajemen PSPS Pekanbaru dikabarkan tengah dibelit krisis keuangan, sehingga tidak mampu membayar gaji pemain dan pelatih, begitu juga dengan pencairan kontrak tahap kedua yang masih tertunda.

         Kondisi itu juga diperburuk dengan janji-janji yang terus dihembuskan pimpinan manajemen klub sepak bola itu lewat media lokal, namun tidak sesuai dengan fakta karena terus diingkari.

         Di tengah kondisi yang tidak menguntungkan itu, Gurning mengaku pihaknya hanya bisa menyabarkan pemain dengan memberikan sedikit pengertian agar berpenampilan Asykar Bertuah terjaga menjelang kembali bergulirnya ISL.

         Dijadwalkan Januari 2011 PSPS melakoni laga padat dengan delapan partai tandang dan kandang, yakni menantang Persisam Samarinda, (2/1), PKT Bontang, (5/1), dan menjamu Arema Malang, (9/1).

         Kemudian menjamu Persema Malang, (12/1), lalu melakukan lawatan ke kandang Persipura Jayapura, (17/1), Persiwa Wamena, (20/1), menjamu Persijap Jepara, (26/1), serta Persibo Bojonegoro, (29/1).

         "Memang kondisi anak-anak sudah mulai sedikit tenang setelah kita mencoba menyabarkan mereka, sebab kita tidak ingin konsentrasi mereka terpecah dengan masalah finansial," kata Gurning.

         Manajemen PSPS menyikapi dingin keluhan itu, sebab klub tersebut hanya mengandalkan bantuan APBD Kota Pekanbaru 2010 senilai Rp2,5 miliar dan telah habis dipakai belanja pemain di awal musim dan membiayai pertandingan.

         Pemko Pekanbaru sendiri menyatakan, telah menganggarkan Rp12,5 miliar dari APBD Kota Pekanbaru 2011, namun dana tersebut baru bisa dicairkan setelah tanggal 15 Januari 2011.

         "Kontrak mereka (pemain) sudah kami bayar sebesar 25 persen, begitu juga dengan gaji. Untuk sejumlah pertandingan yang dilakoni pada awal tahun 2011, kami menggunakan dana talangan terlebih dahulu," ujar Manajer PSPS, Dastrayani Bibra.