RIAU PELAJARI KEBERSIHAN PENGELOLAAN SAWIT MALAYSIA


 

    Bangkok, 29/3 (Antara) - Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Riau, segera menerapkan budaya bersih dan disiplin di lingkungan industri pengolahan sawit seperti yang diterapkan oleh Federal Land Development Authority (Felda), Palm Industries SDN BHD Jengka 21 Palm Oil Mill, Malaysia.

         "Kita segera menerapkan budaya tersebut karena dengan upaya itu otomatis meningkatkan kualitas produk dan terjadinya pola efisiensi perusahaan," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulher dalam keterangannya di Bangkok, Jumat.

         Ia mengatakan itu dalam rangkaian kunjungan kerja Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Riau berkunjung ke Federal Land Development Authority (Felda), atau Felda Palm Industries SDN BHD Jengka 21 Palm Oil Mill, Malaysia pada 26-27 sednagkan perjalanan Tim juga dilanjutkan ke Bangkok hingga 29 Maret 2013.

         Kunjungan delegasi Riau sebanyak 26 orang --terdiri atas utusan perusahaan sawit di antaranya PTPN V, PT Asian Agri  unsur petani sawit serta sejumlah staf Dinas Perkebunan Provinsi Riau-- itu adalah dalam rangkaian melihat bagaimana penetapan harga TBS Kelapa sawit, dan manajemen sistem perkebunan plasma dan inti.

         Menurut Zulher budaya dispilin tinggi dan kebersihan kantor terlihat nyata atas komitmen karyawan dalam prilaku mereka.

         "Bahkan pabrik juga menerapkan disiplin bagi petani dalam menyerahkan buah sawit yang harus matang untuk diolah menjadi minyak," katanya.

         Penolakan keras dilakukan dengan motto yang dipajang pada tiap pintu masuk ke pabrik "tiada niaga buah sawit muda".

         Ia mengatakan, katanya apapun yang akan dilakukan hasilnya tidak akan maksimal jika tidak disertai dengan prilaku disiplin dan budaya bersih apalagi komitmen perusahaan dalam meningkatkan produktivitas juga tinggi ditandai dengan pembangunan infrastruktur dan pemberian pupuk yang banyak.

          Prilaku seperti ini bisa ditiru, dan akan dimulai dengan perusahaan yang masuk dalam ISPO (Indonesia Suistanable Palm Oil) atau pembangunan kelapa sawit berkelanjutan seperti sudah diterapkan oleh PT Musimas, PT PN V  dan PT Sinar Mas.

         "Setelah dimulai oleh perusahaan tersebut maka perusahaan lainnya bisa mencontoh," katanya. ***3***T.F011

(T.F011/B/Maswandi/Maswandi) 29-03-2013 09:54:48