Umat Muslim Dumai Sholat Istisqa Minta Hujan

id umat muslim, dumai sholat, istisqa minta hujan

Dumai, Riau, (antarariau.com) - Ratusan umat muslim Kota Dumai, Propinsi Riau, mengikuti sholat sunnah Istisqa meminta pertolongan Allah SWT menurunkan hujan, Selasa pagi di lapangan Dumai Central Park, Dumai Timur.

Sholat meminta hujan agar bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan ini cepat berlalu digagas Wali Kota Khairul Anwar dengan dipimpin imam H Lukman Syarif, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Dumai.

Wali Kota Khairul Anwar mengemukakan bahwa sholat Istisqa ini merupakan upaya rohaniah setelah segala upaya penanggulangan kebakaran hutan lahan oleh Tim Satgas Karhutla Riau belum berhasil memusnahkan asap.

"Mari kita bersama-sama mengikuti Sholat Istisqa ini meminta Rahmat Allah SWT menurunkan hujan agar bencana asap ini secepatnya menghilang," kata Khairul.

Sholat Istisqa ini dilaksanakan mengingat kondisi kualitas udara Dumai belakangan makin buruk akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan sehingga membahayakan kesehatan manusia.

Dia mengatakan penanganan Karhutla yang telah diseriuskan pemerintah saat ini masih berlangsung di sejumlah kabupaten kota yang terdapat titik panas, baik melalui pemadaman udara maupun dari udara melalui hujan buatan dan menjatuhkan bom air.

"Meski sudah berupaya maksimal, lewat darat dan udara untuk memadamkan api kebakaran hutan, maka saatnya kita meminta secara beribadah, dan diharapkan masyarakat muslim dapat mengikutinya," ungkap Khairul.

Ia menambahkan pelaksanaan sholat meminta hujan ini juga akan diikuti unsur pegawai negeri yang bekerja di pemerintahan kota Dumai serta aparatur instansi vertikal, perusahaan dan berbagai elemen masyarakat.

Kualitas udara kota Dumai mengalami kondisi paling buruk pada pengukuran Senin kemarin dengan tingkat pencemaran akibat ketebalan kabut asap mencapai sekitar 900 'polutan standar indeks' dan dikategorikan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Sejauh ini, dikabarkan tim satgas telah berupaya keras melakukan pemadaman titik panas melalui hujan buatan dan bom air di sejumlah areal kebakaran hutan dan lahan.

Demikian juga dengan mengupayakan pengendalian titik api di darat dengan menurunkan ratusan petugas TNI-Polri, Manggala Agni, Polhut dan BPBD setempat dengan menggunakan peralatan mobil Damkar dan mesin pompa air. *