PLTGM Langgam Power Wujudkan Pelalawan

Pekanbaru, 7/11 (Antarariau.com) - Pemkab Pelalawan menunjukan komitmen nyata untuk meningkatkan pembangunan daerah dan masyarakat, salah satunya lewat pemenuhan kebutuhan energi listrik. Dengan program "Pelalawan Terang", Bupati Pelalawan HM Harris menggagas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Langgam Power untuk memenuhi kebutuhan listrik pada Kawasan Teknopolitan dan kawasan industri lainnya, sekaligus juga untuk memenuhi kebutuhan listrik 24 jam masyarakat Pelalawan.

 

 

"Kita cukup mempunyai sumber daya di daerah yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat untuk mengatasi krisis listrik," kata Bupati Pelalawan HM Harris.

 

Pembangkit berdaya 15 megawatt (Mw), yang diresmikan pada 25 Oktober 2013 itu menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam melaksanakan program "Pelalawan Terang". Ia mengatakan, pembangkit itu merupakan bagian awal dari rencana pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas hingga 200 Mw di Pelalawan.

 

Karena itu, HM Harris menyatakan pemerintah daerah membuka pintu selebar-lebarnya bagi semua investor, dan akan memberikan kemudahan, bagi mereka yang ingin menanamkan modal dibidang energi dan kelistrikan.

 

"Kita dukung siapapun investornya selama untuk kepentingan masyarakat Kita, seperti halnya PLTMG Langgam Power, yang penting masyarakat bisa terterangi" ujarnya.

 

Kepala Bidang Tenaga Kelistrikan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Pelalawan, Suparno, mengatakan pembangunan PLTGM Langgam Power diharapkan mampu memperbaiki kondisi kelistrikan di Pelalawan khususnya, dan juga Provinsi Riau. Sebab, sebelumnya ratio elektrifikasi di daerah itu hanya 21,03 persen dan merupakan yang paling rendah di Riau.

 

"Artinya masarakat di Kabupaten Pelalawan yang menikmati layanan listrik sangat rendah sekali, dan bisa dikatakan krisis listrik yang terparah se-Indonesia dimana masyarakat sering merasakan pemadaman listrik lima sampai enam kali sehari," katanya.

 

Padahal, posisi Pelelawan sangat dekat dengan Pekanbaru yang merupakan ibukota Provinsi Riau dan berfungsi sebagai kabupaten penunjang di jalur Lintas Timur Sumatera. Karena itu, program "Pelalawan Terang" yang diawali dengan pembangunan PLTGM Langgam Power diharapkan bisa memberikan pelayanan listrik ke bagi seluruh penduduk daerah itu yang kini berjumlah sekitar 92.313 kepala keluarga (KK). Pemkab Pelalawan akan terus berkomitmen agar krisis listrik di 12 kecamatan yang ada bisa segera diatasi.

 

PLTGM Langgam Power dibangun dengan kerjasama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata Pemkab Pelalawan dan PT Navigate Energy sebagai kontraktor sekaligus investor. Semua pendanaan untuk mendirikan pembangkit listrik di Langgam itu ditalangi oleh PT Navigate Energy, yang kepemilikan sahamnya di PT Langgam Power mencapai 88 persen. Sedangkan Pemkab Pelalawan diberikan saham kosong atau tanpa modal sebanyak 12 persen.

 

Pembangkit ini berlokasi di Kecamatan Langgam sekitar 18 Km dari Ibukota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci. Dengan beroperasinya PLTMG Langgam Power, pasokan daya listrik daerah itu kini meningkat mencapai 17,3 Mw. Kehadirannya menambah daya listrik yang sebelumnya ada dari PLTD PLN (0,8 Mw), EP PLTMG Lirik (1,5 Mw), dan excess power dari PT RAPP melalui PT RPE (5 Mw).

 

Dengan kebutuhan daya listrik Pelalawan yang kini mencapai sekitar 32 Mw, maka defisit daya yang tersisa kini tinggal 15 Mw dan 27.063 rumah tangga sudah bisa menikmati layanan listrik.

 

"Rasio elektrifikasi sudah meningkat dari 21,03 menjadi 29,31 persen," ujarnya.

 

Dengan telah beroperasinya PLTGM Langgam, ia mengatakan akan membantu sekali dalam mengurangi ketergantungan dari pembangkit listrik berbahan bakar diesel, yang dikelola secara bersama-sama oleh masyarakat di perdesaan yang memerlukan biaya sangat besar untuk operasionalnya. Selain itu, Pemkab Pelalawan juga akan terus dengan pengembangan jaringan aliran listrik dan program listrik masuk desa pemerintah pusat dan pihak swasta lainnya, untuk meningkatkan rasio elektrifikasi bisa mencapai 40 persen pada akhir tahun 2013.

 

"Bupati Pelalawan HM Harris berencana akan membangun pembangkit listrik berikutnya dengan berdaya 35 Mw pada 2014," katanya.

 

Adanya Kelebihan energi listrik dari sektor industri, merupakan potensi yang bisa digunakan untuk mengatasi defisit listrik, bahkan nantinya daya tersebut bisa dialirkan ke daerah-daerah lain di Riau, yang dapat memberikan keuntungan tambahan untuk pendapatan Kabupaten Pelalawan.

 

"Targetnya, pada setiap tahunnya rasio elektrifikasi Pelalawan dapat meningkat sekitar 10 persen dan pada tahun 2017 akan mencapai 80 persen," tutup Suparno. (Advertorial)