Benteng Anak Paling Kuat Adalah Iman

Pekanbaru, (antarariau.com) - Sekitar 6.500 orang anak di Kota Pekanbaru yang terdiri dari para perwakilan seperti pendidikan anak usia dini (PAUD), kemudian TK, lalu SD, SMP, SMU dan SMK, berkumpul di halaman Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

 

Ada yang duduk di halaman rumput yang dilapisi tikar, kemudian ada yang sedang bermain kejar-kejaran diikuti temannya, lalu ada duduk manis di kursi bersama gurunya dan ada yang sibuk berlatih mempersiapkan penampilan di belakang panggung.

Mereka merupakan anak-anak yang sedang mempersiapkan diri dan menghadiri puncak acara Hari Anak Nasional (HAN) Kota Pekanbaru tahun 2014 dengan mengambil tempat di halaman kantor wali kota Pekanbaru yang berada di Jalan Jenderal Sudiman.

 

"Tema peringatan Hari Anak Nasional tahun 2014 adalah Ciptakan Lingkugan Kondusif Untuk Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak," ujar Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPPMKB) Kota Pekanbaru Neng Elida dalam sambutan.

Dalam sambutan yang sekaligus membacakan laporan pelaksanaan peringatan HAN Kota Pekanbaru, Elida menyebut, kegiatan itu dilaksanakan untuk menumbuhkan kesadaran dan peran aktif masyarakat, dunia usaha dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan berkualitas.

"Menyukseskan gerakan nasional anti kejahatan seksual terhadap anak, sebagai upaya dalam  pencegahan dan pemberantasan kejahatan seksual terhadap anak," katanya.

 

Sebelumnya kegiatan itu digelar, Pemko Pekanbaru telah mengadakan kegiatan yang diikuti 12 kecamatan dengan lomba nasyit tingkat SMA/MA, mendongeng tingkat SMP/MTs, baca puisi tingkat SD/MI, lagu solo Melayu anak berkebutuhan khusus, tari kreasi anak PAUD dan TK.

Pengurus forum anak Kota Pekanbaru sempat membacakan lima tuntutan kepada pemerintah yang dibacakan sepasang anak dan salah satunya berisi tentang permintaan pelaku kejahatan seksual terhadap anak, agar dihukum berat.

"Kami anak Kota Pekanbaru meminta pada pemerintah, agar menyusun program pencegahan dan penanganan korban kejahatan terhadap anak. Memberikan hukuman tegas kepada pelaku kejahatan terhadap anak," ujar seorang anak mengenakan jilbab.

 

Acara tersebut diselingi dengan berbagai kepintaran seorang anak seperti berbahasa Inggris, hafiz Al Qur-an, berbagai tari-tarian, pantomin dan banyak lagi pertunjukan seni serta kreasi yang ditampilkan anak-anak Kota Pekanbaru dalam peringatan HAN 2014.

Wali Kota Pekanbaru Firdaus dalam sambutannya mengatakan, anak merupakan amanah dari Tuhan yang dititipkan kepada manusia dan dalam peraturan yang berlaku mengamanahkan anak menjadi kewajiban untuk mendidik serta membesarkan mereka.

Oleh sebab itu, menjadi tanggungjawab semua pihak dalam mempersiapkan masing-masing anak, agar mereka menjadi gerasi muda yang terencana dengan baik, sehingga pada waktunya akan dapat melanjutkan pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

 

"Insya Allah pada tahun 2030 yang akan datang, bangsa Indonesia mempunyai peluang untuk menjadi salah satu dari tujuh negara kuat di dunia. Maka kewajiban kita untuk mempersiapkan anak-anak kita, agar mereka menjadi generasi muda yang unggul," katanya.

Salah satu langkah yang harus dilakukan, lanjutnya, bagaimana menanamkan keimanan yang kuat pada mereka, dengan semangat religius yang diharapkan anak-anak tersebut dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak sholeh serta sholehah.

Kemudian menjadi generasi muda yang kuat, generasi muda yang unggul dan dapat menguasai berbagai ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini, agar mereka dapat menguasai dunia termasuk dunia internasioanal nantinya.

Maka untuk itu, menjadi kewajiban bersama untuk bebas dari tiga hal seperti harus bebas dari pergaulan bebas yang membawa petaka bagi masa depan mereka, kemudian harus bebas dari narkotika dan zat berbahaya lainnya serta harus bebas dari AIDS dan HIV.

 

"Tameng atau benteng yang paling kuat adalah keimanan. Untuk itu, mari kita tanamkan iman yang kuat bagi generasi muda kita melalui rumah tangga, melalui sekolah dan melalui lingkungan dan pendidikan," ucapnya.

Disamping itu, wali kota mengatakan, pihaknya melihat dan mendengar dari berbagai media massa, bagaimana terjadi tindakan kekerasan terhadap anak-anak di bawah umur, bahkan kejadian itu terjadi di Provinsi Riau.

Pertengahan Agustus 2014, Polda Riau mengungkapkan tujuh kasus pembunuhan berantai yang dilakukan dengan cara mutilasi oleh para tersangka MD (19), SP (26), DP (16) dan DD (19) di Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Rokan Hilir.

Ketujuh korban berjenis kelamin laki-laki dengan modus tersangka memberikan iming-iming kepada calon korban, kemudian korban dibawa ke tempat sepi. Setelah menghabisi nyawa korban, tersangka memotong alat kelamin semua korbannya.

 

"Di Siak, telah terjadi perlakuan keras pada anak-anak usia dini yang mendapat perlakuan sangat tidak manusiawi. Mari kita upayakan agar anak-anak kita dapat menjaga dirinya, agar mereka dapat mewaspadai dan menjaga keamanan," ujarnya.

Kepada perangkat lurah dan perangkat camat, Firdaus menginstruksikan, untuk senantiasa menghidupkan keamanan dengan sistim keamanan lingkungan dan berkoordinasi dengan pihak yang terkait seperti kepolisian setempat.

 

"Sehingga apa yang terjadi di Siak, tidak terulang lagi khususnya di Pekanbaru dan umumnya di Provinsi Riau. Mari kita persiapkan anak kita, menjadi generasi muda yang terencana dan kelak akan dapat untuk memimpin bangsa dan negara ini," harapnya.

Susilawati (28), salah seorang guru PAUD di Pekanbaru yang menghadiri puncak acara HAN Kota Pekanbaru 2014 menyambut cukup positif apa yang disampaikan Wali Kota Pekanbaru Firdaus dalam sambutannya.

 

"Menurut saya bagus. Artinya wali kota perhatian terhadap anak-anak. Jadi kita sebagai guru, harus memperhatikan apa yang dikerjakannya anak kita," katanya yang juga seorang ibu rumah tangga dengan satu orang anak.

(Adv/Pemko Pekanbaru/M. Said)

loading...