Haji - Kemenag: Sembilan Haji Asal Riau Wafat

Pekanbaru,  (Antarariau.com) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau menyatakan jamaah haji asal Riau yang wafat di tanah suci sebanyak delapan orang dan seorang lagi wafat di Batam ketika baru tiba di Tanah Air usai menunaikan ibadah haji tahun ini.

"Total ada delapan orang yang wafat baik di Madinah atau Mekkah dan seorang di Batam. Sampai kemarin yang merupakan kloter terakhir debarkasi Batam tiba di Tanah Air, tercatat dua orang masih mendapatkan perawatan," kata Kabid Penyelenggaraan Haji, Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Riau M Aziz di Pekanbaru, Selasa.

Menurut dia, sebanyak tiga orang haji terakhir asal Riau wafat di tanah suci yakni Jauhari (52) yang berasal dari Kabupaten Siak meninggal sekitar pukul 13.45 WAS di Mekkah dan Muhammad Bin Abdul Samad (79) berasal dari Kabupaten Kepulauan Meranti meninggal sekitar pukul 17.20 WAS di Madinah.

Terakhir Syamsuddin Bin Basyaruddin Bomo (84) dengan Nomor Porsi 400078682 yang beralamat di Pasir Rambah, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu wafat pada hari Minggu (26/10) sekitar pukul 15.45 WAS atau 19.45 WIB.

"Zainuddin dari Kabupaten Pelalawan, Martius dari Kota Pekanbaru, Hamzah dari Kabupaten Bengkalis, Sri Wahyuni dari Kabupaten Rokan Hilir, Supardi dari Kabupaten Indragiri Hilir dan Kamaruddin dari Kabupaten Pelalawan," katanya.  

Dia menjelaskan, dua orang haji Riau sedang mendapatkan perawatan pada salah satu rumah sakit di Arab Saudi yakni Amrizal Samsuddin bin Syafril dengan nomor manifest 03/406 asal Kota Pekanbaru dan Muchayat bin Muhammad Yahya nomor manifest 06/49 asal Kota Pekanbaru.

"Jadi jamaah Riau yang sudah kembali ke Tanah Air tersebut ada 4.005 orang dengan 10 kelompok terbang, sedangkan yang masih dirawat di tanah suci ada 2 orang dan meninggal 9 orang, dari total yang berangkat 4.016 orang," ucap Azis.

Debakasi Batam menyatakan, total 14 orang haji meninggal saat melaksanakan rangkaian ibadah haji di tanah suci dan seorang lainnya meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam setelah tiba di Tanah Air.

"Sampai saat ini sudah 15 orang yang meninggal, seorang meninggal di Batam," kata Wakil Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji Debarkasi Batam, Windarto.

Berdasarkan ketentuan, lajutnya, maka seorang calon haji atau  haji yang wafat akan mendapatkan asuransi sebesar Rp35.930.000 dari Asuransi Syariah Amanah Githa.

Dana asuransi jamaah haji akan diserahkan kepada ahli waris setelah mengajukan klaim asuransi kepada Asuransi Amanah Githa dengan menyertakan dokumen-dokumen yang telah ditetapkan.

Embarkasi Batam telah memberangkatkan lebih dari 7.000 orang jamaah calon haji dari empat provinsi yaitu Riau, Kepulauan Riau, Jambi dan Kalimantan Barat yang dikelompokan dalam 18 kloter dan terdiri dari dua gelombang, katanya.