Satu Jemaah Asal Riau Masih Di Madinah

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Kepala Bidang Penyelenggaraan Umrah dan Haji Kanwil Kemenag Provinsi Riau M Aziz menyatakan satu orang jemaah haji asal daerah tersebut masih berada di Kota Madinah, Arab Saudi karena masih menjalani perawatan yang dilakukan oleh salah satu rumah sakit.

"Tinggal ada satu lagi jemaah kita Madinah atas nama Amrizal Samsuddin bin Syafril yang merupakan jemaah haji asal Kota Pekanbaru yang tergabung dalam kloter 3 debakarsi Batam," ujarnya.

Ia menjelaskan jemaah yang masih mendapatkan perawatan dari salah satu rumah sakit yang berada di Madinah tersebut harus menjalani operasi pada salah satu organ tubuhnya dan masih dalam kondisi yang belum normal kembali.

Sedangkan seorang jemaah haji atas nama Muchayat bin Muhammad Yahya yang berasal dari Kota Pekanbaru dan tergabung dalam kloter 6 debarkasi Batam sudah kembali ke Tanah Air bersama seorang pedamping dari tanah suci.

"Pada Senin (3/11) kemarin jam 11.30 WIB, Muchayat telah tiba di Tanah Air bersama rombongan jemaah haji dari DKI Jakarta dalam kondisi yang masih sakit. Pada 6 November 2014 merupakan batas akhir jemaah haji dari Indonesia kembali ke Tanah Air," katanya.

Berdasarkan data terakhir Kanwil Kemenag Provinsi Riau tahun 2014, total jemaah haji reguler yang berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah haji sebanyak 4.016 orang dari kuota yang diberikan pemerintah sebanyak 4.036 orang.

Total jamaah haji yang telah kembali ke daerah asal di Riau 4.006 orang yang terbagi dalam 10 kloter karena 8 orang wafat saat berada di tanah suci dan 1 orang wafat di Batam ketika baru tiba di Tanah Air serta 1 orang masih mendapatkan perawatan di tanah suci.

Debarkasi Batam sebelumnya menyatakan total jemaah haji meninggal saat melaksanakan rangkaian ibadah haji di tanah suci berjumlah 14 orang dan seorang lainnya meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam setelah tiba di Tanah Air.

"Sampai saat ini sudah 15 orang yang meninggal, seorang meninggal di Batam," kata Wakil Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji Debarkasi Batam, Windarto.

Berdasarkan ketentuan, lajutnya, maka seorang calon haji atau haji yang wafat akan mendapatkan asuransi sebesar Rp35.930.000 dari Asuransi Syariah Amanah Githa.

Dana asuransi jamaah haji akan diserahkan kepada ahli waris setelah mengajukan klaim asuransi kepada Asuransi Amanah Githa dengan menyertakan dokumen-dokumen yang telah ditetapkan.

Embarkasi Batam telah memberangkatkan lebih dari 7.000 orang jamaah calon haji dari empat provinsi yaitu Riau, Kepulauan Riau, Jambi dan Kalimantan Barat yang dikelompokan dalam 18 kloter dan terdiri dari dua gelombang, katanya.