Persediaan Beras Dumai Cukup Untuk Enam Bulan

id persediaan beras, dumai cukup, untuk enam bulan

Persediaan Beras Dumai Cukup Untuk Enam Bulan

Dumai, Riau, (Antarariau.com) - Kepala Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Dumai, Tomi Despalingga menjamin persediaan beras sebanyak 9.000 ton bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan kedepan.

"Stok beras diprediksi bisa mencukupi kebutuhan hingga enam bulan ke depan dan dalam waktu dekat juga akan masuk beras dari Sulawesi Selatan sebanyak 3.000 ton," kata Tomi di Dumai, Sabtu.

Dia menjelaskan, persediaan beras yang tersimpan di gudang Bulog Dumai untuk memenuhi kebutuhan beras di sejumlah daerah distribusi Bulog, yaitu Dumai, Rokan Hilir dan beberapa kecamatan di Kabupaten Bengkalis.

Persediaan beras selain sebagai cadangan pemerintah untuk kondisi tanggap darurat, juga diperuntukkan pendistribusian program beras miskin (Raskin) bagi masyarakat penerima yang berhak.

"Untuk program raskin khusus bagi masyarakat Dumai, kita setiap bulan hanya menyalurkan beras sebanyak 141 ton, dan dengan stok mencapai belasan ribu ton diimbau masyarakat agar tidak khawatir," jelasnya.

Dia juga memastikan sejauh ini kondisi harga beras di Dumai masih relatif stabil dan normal meski sudah terjadi kenaikan tipis sehingga belum diperlukan operasi pasar (OP).

Guna mengantisipasi gejolak harga beras di Dumai, pihaknya berkoordinasi dengan instansi Dinas Sosial dan Dinas Perindustrian Perdagangan untuk meningkatkan pengawasan rutin di pasaran.

"Kondisi beras di Dumai masih aman dan kondusif karena distribusi pasokan dari daerah produksi berjalan lancar tanpa kendala," jelasnya.

Bulog Dumai saat ini juga tengah mempersiapkan proses pendistribusian jatah raskin kepada 9.423 rumah tangga sasaran (RTS) yang tersebar di 33 kelurahan, 7 kecamatan daerah berpenduduk 310 ribu jiwa itu.

Kepala Dinas Sosial Dumai Chairuddin Adnan mengaku, untuk pendistribusian raskin tahap pertama periode Januari-Februari-Maret masih menunggu verifikasi data RTS di tingkat kelurahan.

"Verifikasi data warga penerima yang masih berjalan ini agar penyaluran raskin tidak salah sasaran dan untuk kepentingan pengajuan alokasi kuota kepada Bulog," sebutnya.