Taman Nasional Komodo Dapat Bantuan Alat Pengolah Sampah

id taman nasional, komodo dapat, bantuan alat, pengolah sampah

Taman Nasional Komodo Dapat Bantuan Alat Pengolah Sampah

Jakarta, (Antarariau.com) - WWF Indonesia memberikan bantuan alat pengolah sampah rumah tangga kepada Unit Bisnis Kelola Sampah-Koperasi Serba Usaha Komodo guna mendorong penerapan pariwisata bertanggung jawab di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

CEO WWF-Indonesia Efransjah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan, Taman Nasional Komodo merupakan salah satu destinasi pariwisata yang dikenal di dunia tentu mengalami peningkatan jejak ekologis dalam hal ini sampah. Sampah itu sebagian besar berjenis plastik yang memiliki potensi dampak terhadap kelestarian lingkungan di kawasan taman nasional dan kualitas hidup masyarakat secara luas.

WWF, lanjutnya, mendukung inisiatif Unit Bisnis Kelola Sampah ini sebagai sebuah "learning center" agar anggota komunitas dapat saling belajar untuk mengurangi sampah, mengambil nilai ekonomisnya, mendaur ulang hingga nilainya menjadi lebih baik, serta mengajak pihak lain ikut serta dalam proses ini.

Bantuan berupa alat pengolah sampah rumah tangga berupa motor pengangkut, mesin pencacah, mesin pres sampah, dan mesin jahit plastik kepada Unit Bisnis Kelola Sampah itu sebagai perwujudan dari donasi pendukung lembaga tersebut.

Menurut dia, volume sampah yang meningkat karena aktivitas pariwisata di wilayah tersebut dapat membawa dampak pencemaran air bersih dan laut. Tidak hanya mencemari lingkungan, sampah rumah tangga yang tidak tertangani akan menurunkan daya tarik wisata alam yang menjadi salah satu tumpuan aktivitas perekonomian masyarakat.

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Taman Nasional Komodo di Provinsi Nusa Tenggara Timur meningkat sebesar 9,42 persen pada tahun 2013 (45.776 wisman) dibanding tahun 2011 (41.833 wisman).

Selain kegiatan yang baru berlangsung itu, WWF-Indonesia menginisiasi program Tourism Energy Efficiency Investment Program (TEEIP), yang mengajak industri perhotelan di Provinsi Bali untuk berpartisipasi dalam upaya penghematan energi dalam menjalankan usahanya.

Program yang berlangsung selama dua tahun ini, menurut dia, dilaksanakan dengan melibatkan bersama beberapa mitra kerja yaitu Kementerian Pariwisata, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dan kalangan industri perhotelan.