Dishub Dumai Kedepankan Pembinaan Mental Aparatur

Dumai, Riau, (Antarariau.com) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Dumai Riau akan menjalankan tugas pokok fungsi pelayanan dengan mengedepankan pembinaan mental aparatur dan personel lapangan supaya berkinerja baik, bersih dan profesional.
 
 
Pembinaan mental personel yang melayani sektor perhubungan ini dianggap penting dan dasar agar visi misi dan tujuan pembangunan di bidang keperhubungan tersebut dapat tercapai dengan maksimal, baik bagi daerah maupun masyarakat.
 
 
Wakil Walikota Dumai Agus Widayat menilai persoalan di sektor perhubungan sangat kompleks mengingat pesatnya pertumbuhan penduduk dan kemajuan pembangunan daerah yang harus dibarengi dengan kesiapan mental disiplin personel lapangan.
 
 
Sikap disiplin dan profesional petugas di lapangan tentu saja akan membuat pelayanan pemerintah dalam penyelenggaraan perhubungan bisa berjalan sesuai tujuan dan harapan, serta jauh dari persoalan konflik maupun hukum.
 
 
"Mental sumber daya manusia yang baik tentu akan meningkatkan pelayanan sebagai prioritas kinerja, dan tentu akan mendatangkan pengaruh positif, seperti pemasukan keuangan daerah bisa optimal dan pelaksanaan tugas fokus sesuai sasaran dan tujuan," ungkapnya.
 
 
Dinas Perhubungan sebagai salah satu satuan kerja yang menghasilkan sumber pendapatan asli bagi daerah dituntut untuk disiplin dan profesional dalam bekerja serta mengutamakan kejujuran supaya pengguna jasa merasa terlayani dengan baik dan memberikan rasa puas. 
 
 
Tugas berat yang diemban instansi Dishub dalam rangka pelayanan penyelenggaraan perhubungan darat, udara dan laut membutuhkan kerja profesional, personel berkualitas serta mampu menegakkan disiplin dengan berlandaskan iman dan takwa.
 
 
Disamping itu harus terus berinovasi dan melakukan upaya maksimal dalam mengejar target kerja yang sudah ditetapkan pemerintah, terutama dalam pencapaian penerimaan kas keuangan daerah dari berbagai sisi pelayanan.
 
 
"Pembinaan mental harus ditingkatkan agar target kerja tercapai dan pelayanan publik terlaksana maksimal," sebutnya.
 
 
Sejumlah persoalan tersebut diantaranya, aksesibilitas, keterjangkauan, transportasi massal, kelanjutan reformasi transportasi dan kepastian regulasi dalam penyelenggaraan transportasi yang penting segera diselesaikan. 
 
 
Ia juga mengingatkan semua pihak dan insan keperhubungan bahwa pembangunan perhubungan haruslah dapat mensejahterakan masyarakat dan terus memantapkan komitmen untuk bekerja lebih keras dan cerdas dalam pelaksanaan program. 
 
 
"Diperlukan juga kesiapan transportasi dalam menghadapi pasar bebas ASEAN dengan berbagai permasalahan tersebut agar dapat mengakomodasi penuntasan permasalahan yang ada. Insan perhubungan dituntut harus melakukan perubahan," jelasnya.
 
 
Dalam menghadapi tantangan yang ada, lanjutnya, diperlukan kepekaan dan kemampuan untuk dapat melakukan terobosan dan membuat inovasi bagi kepentingan peningkatan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. 
 
 
Kepala Dinas Perhubungan Dumai Bambang Sumantri mengatakan, pada 2015 ini direncanakan intensif pembinaan mental jajaran melalui kegiatan fisik dan kerohanian bertujuan menciptakan personel yang terampil unggul berkualitas.
 
 
Kinerja perhubungan kedepan dipandang semakin berat dan kompleks karena disamping harus memberikan pelayanan optimal kepada publik, juga harus berkinerja baik dan serius dalam menggarap berbagai potensi pemasukan keuangan negara.
 
 
"Tugas pelayanan yang diutamakan, dan pendukungnya harus aparatur yang disiplin, dedikasi serta jujur profesional dalam menjalankan tugas di lapangan," sebutnya.
 
 
Instansi yang mengelola sejumlah sumber pemasukan kas keuangan daerah ini, lanjut dia, terus berupaya meningkatkan kinerja dan kualitas diri jajaran supaya bisa menciptakan kinerja memberikan pelayanan publik yang prima dan memuaskan masyarakat sebagai salah satu esensi desentralisasi yang harus terus dikelola secara baik.
 
 
Dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Dishub memiliki tiga peran, yaitu, sebagai regulator yang bertugas membuat aturan berkaitan dengan angkutan, kemudian sebagai fasilitator yang menyediakan sarana dan prasarana terkait angkutan serta evaluator yang mengawasi setiap kebijakan dan sarana prasarana yang disediakan.
 
 
"Peran mesti dijalankan dengan baik dan optimal sebagai bentuk komitmen dan kesungguhan dalam mewujudkan pelayanan prima," ungkapnya.
 
 
Lanjutnya, upaya mengoptimalkan pelayanan publik tersebut akan dilaksanakan di sejumlah unit pelaksana teknis (UPT), diantaranya, Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Jalan Kelakap Tujuh Dumai, Bandara Pinang Kampai, Terminal Roro, Terminal Barang dan Truk serta penyelenggaraan sektor parkir dan lain sebagainya.
 
 
Peningkatan pelayanan publik, lanjutnya, tentu saja akan dibarengi dengan upaya meningkatkan Pendapatan Asli daerah (PAD) dari berbagai sektor, yaitu, Terminal Barang dan Truk, Parkir, Terminal AKAP, bandar udara, pass masuk Pelabuhan dan sektor lainnya.
 
 
Bentuk pelayanan lain yang akan ditingkatkan ialah Dishub berencana merevitalisasi keberadaan sejumlah pelabuhan penumpang dan barang di daerah ini guna mendukung percepatan terbentuknya poros maritim Indonesia. 
 
 
Dishub juga memandang pelayanan transportasi darat oleh armada angkutan kota atau Angkot kalah bersaing dengan kendaraan pribadi, sehingga perlu ada upaya revitalisasi atau pembenahan.
 
 
Karena itu,Dishub pada 2016 mendatang akan mengusulkan langkah revitalisasi penyelenggaraan tranposrtasi massal angkot tersebut kepada pemerintah daerah, bertujuan untuk menggairahkan sektor ini.
 
 
Sejumlah rencana pembenahan yang diusulkan, diantaranya, memberikan subsidi kepada perusahaan angkot dalam melayani trayek, baik dalam kota maupun di wilayah perbatasan.
 
 
Subsidi ini, lanjut dia, untuk menjamin angkot tetap melayani penumpang dengan cara pemerintah membayarkan selisih antara perhitungan pendapatan harian dengan jumlah penumpang yang tidak tercapai.
 
 
Menurutnya, pemberian subsidi dianggap solusi baik untuk tetap menjamin aktivitas angkutan dalam kota tetap melayani masyarakat, karena potensi penumpang sangat kecil dewasa ini.
 
(adv/hms/abdul razak)