Bupati Harris Realisasikan Pelalawan Terang

Kebutuhan listrik tidak bisa dipungkiri sudah menjadi sesuatu yang pokok pada zaman seperti sekarang ini. Selain fungsi pokok penerangan, masyarakat meskipun tinggal di desa sudah mengenal kemajuan era teknologi dengan mengonyumsi berbagai produk yang membutuhkan daya listrik. Bahkan ada juga diantaranya listrik menjadi faktor utama pendukung ekonomi rakyat. Jadi ketika listrik itu susah didapatkan, akan banyak biaya produksi yang seharusnya bisa dihemat, tapi terbuang begitu saja.

 
Seperti diketahui di Indonesia, listrik di hampir seluruh wilayah Indonesia dikelola penuh oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun sudah rahasia umum jika PLN tidak bisa memenuhi semua kebutuhan listrik bagi pelanggan. Masih banyak daerah belum mendapatkan aliran listrik di nusantara ini. Contohnya di Riau sendiri sangat banyak desa-desa yang berswadaya agar bisa mendapatkan listrik dengan biaya kantong pribadi.

 
Salah satunya di Kabupaten Pelalawan, warga desa iuran bersama untuk menghidupkan mesin diesel agar rumahnya teraliri listrik. Kondisi ini tentu membutuhkan biaya yang sangat besar karena menggunakan bahan bakar minyak. Sementara seperti dikatakan tadi, sekarang adalah era teknologi dimana masyarakat sehari-hari sudah akrab dengan perangkat teknologi.

 
Atas dasar itulah, Bupati Pelalawan M. Harris menginisiasi didirikannya Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Langgam Power. Dia sangat prihatin melihat jumlah rumah tangga di Kabupaten Pelalawan yang teraliri listik 24 jam baru mencapai 21,17 persen sebelum diresmikan PLTMG tahun 2013. Bisa dikatakan itu yang terendah di Riau. 

 
Ini merupakan Program yang disebut "Pelalawan Terang" sebagai upaya Pemkab memfokuskan peningkatan elektrifikasi rumah tangga. Yang kemudian pada gilirannya akan meningkatkan aktivitas perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat. 

 
Akhirnya digagaslah hal itu dengan memanfaatkan sumber daya alam berupa gas yang tersedia di Kecamatan Langgam. Kemudian melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata menggandeng PT. Navigate Energy. PT. Langgam Power kemudian dijadikan pengelola konsorsium dua perusahaan itu, sedangkan gas dipasok oleh PT. Energi Mega Persada (Kalila). 

 
Pada tahap awal PLTMG tersebut dibangun dengan kapasitas 15 MW yang telah dioperasikan sejak Agustus 2013. Pemerintah daerah menargetkan bahwa sampai dengan 2016 setidaknya 50 persen rumah tangga di Kabupaten Pelalawan telah menikmati listrik 24 jam.

 
Akan tetapi, di luar dugaan ternyata PT Langgam Power mampu melebihi target tersebut. Hal itu sudah terbaca sejak awal-awal beroperasinya pembangkit listrik ini dimana kekurangan daya listrik di Kabupaten Pelalawan umumnya dan Pangkalan Kerinci khususnya telah teratasi. Jika terjadi listrik padam, hal tersebut lebih disebabkan gangguan jaringan. Saat itu, tingkat elektrifikasi Kabupaten Pelalawan sudah mencapai 34,41 persen hingga kemudian melebihi 50 persen tahun 2014.

 
"Allhamdulillah, pada 2014, sudah 64 persen masyarakat Pelalawan yang menikmati listrik," kata Bupati Harris.

 
Keberhasilan itu dicapai berkat penambahan menjadi 12 mesin PLTMG Langgam Power pada tahun lalu sehingga bisa menghasilkan daya 35 MW. Sementara ini, pasokan listrik hanya diprioritaskan untuk masyarakat Pelalawan. Tapi jika PLN akan mendistribusikan listrik itu ke daerah tetangga seperti Pekanbaru dan Inhu, Langgam Power telah siap. 

 
"Yang jelas, ketersediaan daya yang 35 megawatt tadi belum semua terpakai," katanya.

 
Meski demikian, Bupati Harris mengaku belum puas dengan apa yang telah dicapai sampai saat ini. Alasannya, kata dia, karena awalnya PLTMG ini dicita-citakan akan memiliki kapasitas  sebesar 200 MW. Oleh karena itulah, pihaknya hingga kini masih membuka peluang investasi selebar-lebarnya untuk investor.

 
Dia berjanji akan mempermudah investasi karena tujuannya untuk kepentingan masyarakat agar bisa terterangi. Bukan hanya untuk masyarakat Pelalawan saja, tapi juga bagi kabupaten tetangga yang masih kekurangan listrik. Hal itu sesuai dengan targetnya pada 2015 ini seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan yang berada di 12 Kecamatan akan merasakan listrik. Saat ini yang masih sulit adalah Kecamatan Teluk Meranti dan Kuala Kampar dan jika berlebih akan disalurkan ke Kabupaten tetangga.

 
Atas upaya tersebut, Bupati Harris tidak hanya mendapat pujian level daerah saja, namun juga nasional. Hal itu terbukti dengan pengakuan Kepala Balai Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan A Iskandar saat meresmikan PLTMG PT Langgam Power saat diluncurkan 2013 di Pelalawan, Riau.

 
"Pembangunan pembangkit listrik untuk mencukupi kebutuhan listrik di Pelalawan tentu menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Pelalawan secara keseluruhan. Bila dilihat kemajuannya, Kabupaten Pelalawan bisa dikategorikan sebagai salah satu kabupaten yang memenuhi kriteria Millennium Development Goals  yang mestinya dicapai  pada 2015," kata Marzan.  
 
 
"Satu hal yang patut dibanggakan di Kabupaten Pelalawan adalah listrik yang dihasilkan dari PLTMG itu sama sekali tidak mengeluarkan emisi CO2. “Jadi kita menggunakan energi yang bersih, bebas dari CO2. Terpenuhi kebutuhan energi itu satu hal, namun terpenuhi kebutuhan energi bersih itu menjadi cita-cita masyarakat global," jelasnya.
 
 
Pembangunan PLTMG PT  Langgam Power merupakan tindak lanjut dari kesepakatan April 2012. BPPT menyusun masterplan Pengembangan Kawasan Teknopolitan Pelalawan bervisi  "Menjadi Kawasan Utama Pelalawan bagi Kemajuan dan Pemanfaatan Iptek dan Inovasi yang Berkelas Dunia yang Ramah Lingkungan"

 
Dia saat itu juga meresmikan pencanangan peningkatan pembangunan diantaranya Teknopolitan Pelalawan, hanya waktu 16 bulan Kabupaten ini sudah merealisasikan pencanangan progran tersebut yaitu menyelesaiakan PLTMG dengan kapasitas 15 Mega Watt, tidak mudah melakukannya tanpa kerjasama, kerja keras dan dukungan dari seluruh masyarakat.

 
General Manager PLN Riau Kepri, Dodi Pangaribuan juga menyampaikan pujian. Menurutnya keberadaan PLTMG sangat membantu terhadap program PLN dalam mensubsidi daya ,ditambah lagi dengan harga yang relatif rendah pihak PLN merasa terbantu karena dengan harga Rp787 per Kwh pihak PLN sudah bisa  menghemat biaya Rp 7 miliar/bulan.

 
"Sehingga dana pemasangan jaringan sebesar Rp 25 Miliar bisa kembali dalam waktu 4 bulan," terangnya.

 
Tidak hanya dari pemerintah, Langgam Power juga menerima apresiasi dari Stasiun TV Nasional TV One yang mengundang Bupati Harris pada salah satu Program Talk Show.  Harris saat itu tampil membeberkan program unggulan yang mulai dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Pelalawan. Di antaranya, melalui program inovasi listrik Pelalawan Terang yang menjadi program andalan, merupakan solusi jitu mengatasi krisis listrik yang melanda Negeri Seiya Sekata.
 
 
"Kita membangun PLTMG atau Langgam Power ini adalah bukti keseriusan Pemkab dalam mengurai persoalan listrik yang menjadi momok nomor satu yang mesti digesa dan dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

 
Putra Langgam ini sempat kewalahan untuk menyisiasati pendanaan mewujudkan program inovasi listrik ini. Pasalnya, pihak legislatif sempat menolak pengajuan proposal pendanaan untuk Langgam Power ini.
 
 
Akibatnya, sempat terniat dipikirannya untuk menjual kebun pribadi agar program ini cepat terwujud. Namun, kerja keras berbuah manis, karena pihak investor bersedia menggelontorkan dananya menyokong Langgam Power demi masyarakat ini. Terbukti, masyarakat mulai mencicipi Pelalawan Terang, meski masih ada beberapa daerah yang belum terjamah, karena beberapa faktor.
 (Adv)
 

loading...