Pekanbaru Bersiap Diri Sebagai Kota MICE

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Pekanbaru merupakan salah satu ibukota propinsi yang paling pesat pembangunannya di Indonesia. Berbagai pembangunan infrastruktur perhotelan, pusat perbelanjaan terintegrasi (mal), transportasi serta industri jasa lainnya banyak bermunculan di daerah itu. 
 
 
Pesatnya pembangunan merupakan implementasi dari keinginan dari Pemerintah Kota Pekanbaru, untuk mewujudkan daerah itu sebagai Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exchibition) pada masa datang yaitu  kota yang menjadi destinasi favorit untuk dilakukannya berbagai iven berupa pameran dan pertemuan baik yang berskala nasional dan internasional.
 
 
Saat ini Pekanbaru masih terus berproses untuk mencapai sebagai Kota MICE. Beberapa hal yang menjadi daya saing adalah letaknya yang strategis yaitu di tengah Pulau Sumatera serta dilewati jalur perdagangan internasional. 
 
 
Pekanbaru juga dekat dengan Malaysia dan Singapura. Sebagai ibukota dari provinsi yang kaya akan minyak bumi dan perkebunan, ibukota dari daerah yang berjulukan "Bumi Lancang Kuning" itu memiliki potensi tersendiri. Banyak perusahaan yang berinvestasi di Propinsi Riau dengan menempatkan kantor besarnya di daerah itu. Demikian juga kantor-kantor wilayah dari instansi pemerintah cenderung menjadikan Pekanbaru sebagai pusat kantor regionalnya.
 
 
Sebut saja misalnya Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat, BPJS Kesehatan Divre II Sumbar, Riau,Jambi dan Kepri, SKK Migas Sumbagut dan lain-lain. Akibatnya di Pekanbaru banyak terjadi kegiatan bisnis nasional dan internasional.
 
 
Hal ini menjadi peluang besar bagi Kota Pekanbaru karena aktivitas kegiatan bisnis tersebut akan membutuhkan sarana dan ruang pertemuan (meeting) dan hotel.
 
 
Luas wilayah 632,26 km persegi atau hampir sama dengan Jakarta mendukung daerah itu untuk menjadi kota MICE. Dari luas itu baru 30 persen saja yang dikembangkan, padahal dalam Perencanaan Tata Ruang, kota ini dapat dikembangkan hingga 70 persen dari luas wilayahnya.
 
 
Untuk itu dalam rangka mendukung impian tersebut, Pemko Pekanbaru terus memberikan berbagai kemudahan yang dibutuhkan oleh investor untuk berinvestasi melalui pelayanan terpadu satu atap. Bahkan, pemerintah setempat selalu melakukan peninjauan ulang dan menghapus sejumlah Perda dan retribusi yang dianggap dapat menghambat investasi.
 
 
Sejalan dengan berbagai kemudahan yang diberikan, investasi di sektor yang mendukung usaha MICE ini terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dari data yang tercatat di Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Pekanbaru, sejak tahun 2012 hingga 2014, investasi di sektor properti seperti hotel, apartemen, dan pusat perbelanjaan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. 

 
Tahun 2012 Pemko Pekanbaru mencatat total investasi dari sektor properti senilai Rp 190 miliar, lalu meningkat berlipat-lipat pada tahun 2013 menjadi Rp1,2 triliun.
 
 
Sedangkan di tahun 2014 total investasi di sektor ini melambung tinggi ke angka Rp5,7 triliun. Menurut BPTPM Kota Pekanbaru, total investasi tahun 2015 diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp9 triliun. Upaya keras yang dilakukan Pemko Pekanbaru berbuah hasil, pada tahun 2014 Pekanbaru menjadi kota yang mendapatkan penghargaan dari Menteri Dalam Negeri sebagai kota dengan tujuan investasi terbaik di Indonesia.
 
 
Sebagai dampak ikutan dari wisata MICE, sektor perhotelan di Pekanbaru pun berkembang pesat. Staf Ahli Menteri Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif, Hari Untoro Drajat, baru-baru ini mengatakan bahwa pada tahun 2013 saja, Pekanbaru sudah memiliki 1.778 hotel berbintang dan 14.007 penginapan non-bintang dengan tingkat hunian yang juga tinggi. 

 
Saat ini, menurut Hari, Pekanbaru berangsur-angsur sudah menyematkan identitas sebagai kota tujuan wisata MICE. “Sejauh ini daya tarik yang menunjang sudah ada.
 
 
Baik dari luas wilayah, pembangunan infrastruktur dan letak yang strategis. Pelan-pelan gedung-gedung yang akan melengkapi fasilitas MICE juga terus bertambah, belum lagi dengan kelengkapan SDM yang banyak. Maka satu lagi yang penting adalah pemberian branding. Tunjukkan bahwa potensi dan ketertarikan Pekanbaru sesuai dengan branding-nya yaitu kota tujuan wisata MICE,” jelasnya.

 
Keinginan Pekanbaru menjadi Kota MICE juga didukung oleh layanan penerbangan ke kota ini. Bandara Sultan Syarif Kassim II, kini telah menjelma menjadi salah satu bandara di Indonesia yang melayani penerbangan domestik dan internasional. Belasan operator penerbangan berlomba-lomba membuka jalur penerbangan dari Pekanbaru ke berbagai kota di Indonesia serta dari kota-kota di Malaysia. Kemudahan penerbangan sangat mendukung para pelaku bisnis dan ekonomi melakukan aktivitas dan kegiatan disini.
 
 
Maka tak heran keinginan Pekanbaru menjadi kota MICE bukanlah sesuatu yang sulit terwujud.    
 
(Advertorial) 

loading...