157 Ton Garam Disebar Di Langit Riau

 Pekanbaru,  (Antarariau.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau menyatakan selama pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sejak Juni hingga November 2015 pihaknya telah menyebar sebanyak 157 Ton garam ke langit Riau.

"Program TMC dimulai sejak 22 Juni 2015 telah menyebar garam sebanyak 157 Ton dengan 157 sorti," jelas Kepala BPBD Riau Edwar Sanger kepada Antara di Pekanbaru, Rabu.

Garam berukuran 10 hingga 50 mikron dan lebih mirip seperti tepung itu disebar dengan menggunakan pesawat CN 295 milik TNI AU yang mengudara dari Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Dia menjelaskan program TMC yang dilakukan melalui kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu dinilai berhasil membantu upaya penanganan kebakaran lahan dan hutan di Riau selama musim kemarau lalu.

"Hasilnya bisa kita lihat, melalui koordinasi maksimal semua pihak kita bisa tekan jumlah titik api pada 2015 ini," jelas Edwar.

Edwar melanjutkan, selain menggelar TMC, pihaknya juga mengandalkan sistem pengeboman air (Water Bombing) dalam penanggulangan kebakaran lahan. "Totalnya ada 581 kali pengeboman air dengan ribuan liter kita tumpahkan ke lahan yang terbakar," jelasnya.

Sebelumnya Riau mengkaji untuk mencabut status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan dan menggantinya menjadi status siaga darurat banjir pada 30 November 2015 mendatang.

Dalam evaluasi yang dilakukan pada Selasa (24/11) tersebut, seluruh pihak yang tergabung dalam Satuan Tugas Kebakaran Lahan dan Hutan seperti TNI, Polri, BPBD dan Pemprov Riau menilai penanggulangan bencana kebakaran dinilai cukup berhasil.

Sementara itu, dua helikopter pengebom air yang sebelumnya disiagakan di Riau, menurut Edwar telah ditebangkan ke Sumatera Selatan. "Begitu juga dengan cairan "fire terminator" juga kita kirim kesana. Masih ada sisa sekitar 500 liter," jelasnya.