Nuraini Kandidat Pilkada Terkaya Pilkada Dumai

Dumai, Riau,  (Antarariau.com) - Calon wakil kali kota Dumai nomor urut 4 Nuraini tercatat sebagai kandidat terkaya dalam pelaksanaan pilkada 9 Desember 2015 mendatang di daerah ini dengan total harta kekayaan mencapai Rp33.495.009.118.

Sedangkan kandidat pemilik harta kekayaan terkecil dibanding lain adalah calon wakil wali kota Dumai nomor urut 5 Maman Sufriyadi, yaitu hanya Rp335.000.000, kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Dumai Darwis di Dumai, Kamis.

Dia menyebutkan, pihaknya telah menerima laporan harta kekayaan seluruh kandidat peserta pilkada Dumai ini dari hasil audit Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"KPK telah merilis dan menyerahkan grafik total harta kekayaan seluruh calon kepala daerah peserta Pilkada Dumai dengan kandidat terkaya adalah Nuraini sebesar Rp33 miliar per 1 Agustus 2015," katanya.

dia merinci, pemilik kekayaan peringkat dua adalah calon wali kota nomor urut 2 Zulkifli AS sebesar Rp6.468.903.182 per tanggal 21 Juli 2015, disusul calon wali kota nomor urut lima Agus Widayat sebanyak Rp.5.954.922.057 tertanggal 1 Januari 2015.

Selanjutnya, kandidat perempuan berlatar belakang pengusaha yaitu calon wakil wali kota Dumai nomor urut 1 Yanti Komala Sari memiliki total kekayaan sebanyak Rp3.154.486.958 terhitung 31 Juli 2015, kemudian calon wali kota independen Amris nomor urut 3 hingga 23 Juli 2015 tercatat sebesar Rp3.085.195.940.

"Calon wali kota nomor urut 4 Abdul Kasim memiliki total harta kekayaan per tanggal 26 Juli 2015 sebesar Rp2.851.028.259 dan calon wakil wali kota independen Sakti Rp2.102.744.960 per 22 Juli 2015," terang dia.



Dua kandidat lain, yaitu Calon Wali Kota nomor urut 1 Muhammad Ikhsan dengan total harta kekayaan sebesar Rp1.148.000.000 pada 30 Juli 2015 dan calon wakil wali kota nomor urut 2 Eko Suhardjo dengan catatan kekayaan per 21 Juli 2015 sebanyak Rp915.509.389.

"Total kekayaan yang dimiliki seluruh pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Dumai periode 2016-2021 ini diumumkan sesuai laporan harta kekayaan penyelenggara negara sesuai hasil audit KPK," demikian dia.