Dumai, Riau,  (Antarariau.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Dumai, Provinsi Riau, menyatakan ada 22 kelurahan di daerah "/>

BPBD: 22 Kelurahan Dumai Rawan Karhutla

Dumai, Riau,  (Antarariau.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Dumai, Provinsi Riau, menyatakan ada 22 kelurahan di daerah ini masuk dalam kategori rawan kebakaran hutan dan lahan, sehingga masyarakat diimbau agar tidak melakukan pembakaran.

Kepala BPBD Dumai Tengku Ismet mengatakan, selama kurun waktu Februari hingga Oktober 2015 tercatat 132 kejadian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kelurahan dengan luasan 584 hektare.

"Kemungkinan kemarau bakal melanda pada awal 2016, karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di 22 kelurahan yang masuk kategori rawan," terangnya.

Untuk penanganan karhutla 2016, BPBD berencana menambah mesin pompa sebanyak sembilan unit berukuran besar dan kecil yang nantinya akan dipergunakan di semua kelurahan.

Menurut dia, seharusnya Dumai memiliki 22 mesin pompa untuk disiagakan di kelurahan rawan karhutla tersebut, namun karena terkendala keterbatasan anggaran sehingga saat ini hanya bisa menambah 9 unit.

"Upaya penanggulangan dan pencegahan kebakaran hutan ini kita harapkan juga partisipasi dari perusahaan dan pelaku usaha untuk membantu penyediaan mesin pompa," ujarnya.

Dia menjelaskan, pihak BMKG Provinsi Riau memprediksi pada Januari hingga Februari 2015 Kota Dumai akan memasuki musim panas dan diminta masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan cara menjaga lingkungan.

Dana penanggulangan karhutla di Kota Dumai diakui dia tidak dianggarkan, namun BPBD bisa menggunakan dana darurat yang tersedia di APBD apabila sudah ditetapkan status bencana di daerah itu.

"Penggunaan dana darurat untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan harus mengikuti mekanisme yang ada," terangnya.

Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Dumai Arlizman Agus menyatakan pemerintah daerah sudah mengusulkan sebanyak Rp2 miliar untuk pencegahan dan penanganan karhutla dalam RAPBD 2016.

"Anggaran tersebut akan digunakan untuk penyediaan peralatan dan logistik pemadaman dan dilakukan secara bertahap," sebutnya.