Pekanbaru, (Antarariau.com) - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 10 titik panas yang tersebar di "/>

BMKG Deteksi 10 Titik Panas Di Riau

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 10 titik panas yang tersebar di enam kabupaten kota se Provinsi Riau, Jumat.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin melalui rilis yang diterima Antara di Pekanbaru pada pukul 16.00 WIB menyatakan titik panas itu tersebar di Bengkalis dengan empat titik panas, Rokan Hilir satu titik panas.

"Selanjutnya di Meranti, Dumai, Pelalawan dan Siak masing-masing satu titik panas," jelas Sugarin.

Dari 10 titik panas, Sugarin mengatakan satu titik dipastikan merupakan titik api atau mengindikasikan adanya kebakaran lahan dan hutan dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen. "Titik api itu terpantau di Kabupaten Bengkalis," jelasnya.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa secara umum wilayah provinsi Riau cerah berawan dengan potensi hujan intensitas ringan hingga sedang terjadi di Riau bagian Barat, Tengah dan Selatan.

Sugarin melanjutkan, melalui pencitraan Satelit Terra dan Aqua, terdapat 21 titik panas di Pulau Sumatera. Selain 10 titik panas di Riau, dia juga mengatakan bahwa titik panas terdeteksi di Bengkulu satu titik, Jambi lima titik, Sumatera Barat satu titik, dan Sumatera Selatan empat titik.

Sebelumnya BPBD Riau menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor pada awal Desember hingga akhir tahun 2015. Saat ini sejumlah kabupaten di Riau terendam banjir dan terjadi longsor seperti di Kampar dan Rokan Hulu.

Meski begitu, Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan bahwasannya Riau akan kembali menghadapi musim kering pada Januari 2016 mendatang. "Kita terus berkoordinasi dengan BMKG setempat dan mereka telah memberikan peringatan bahwa Riau akan kembali menghadapi musim kemarau Januari mendatang," jelasnya.
 
 

loading...