Jakarta, (Antarariau.com) - Mengembalikan tradisi medali emas menjadi target utama kontingen Indonesia yang akan turun pada kejuaraan "multi "/>

Kembalikan Tradisi Emas Olimpiade Targetkan Kontigen Indonesia

Jakarta, (Antarariau.com) - Mengembalikan tradisi medali emas menjadi target utama kontingen Indonesia yang akan turun pada kejuaraan "multi event" paling bergengsi di dunia yaitu Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro Brazil, karena pada kegiatan sebelumnya Indonesia gagal meraih emas.

"Semakin banyak atlet yang dikirimkan semakin bagus. Itu menunjukkan jika atlet nasional sudah memenuhi kualifikasi untuk bersaing di level tertinggi," kata Menpora Imam Nahrawi dalam keterangan tertulis terkait evaluasi olahraga nasional yang diterima media di Jakarta, Sabtu.

Demi memenuhi target yaitu mengembalikan tradisi emas, pemerintah bergerak cepat dengan melakukan perombakan pada kepengurusan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Hal ini dilakukan untuk melakukan penyegaran personel termasuk program yang akan dijalankan.

Satlak Prima yang saat ini dikendalikan Ahmad Sucipto mempunyai tugas berat untuk menyiapkan atlet yang disiapkan turun di Olimpiade 2016. Sebelumnya, Satlak Prima harus menyiapkan strategi khusus untuk meloloskan atlet kekejuaraan empat tahunan itu.

Hingga saat ini, Indonesia baru meloloskan 10 atlet saja ke Olimpiade Rio de Janeiro dari tiga cabang olahraga yaitu atletik yaitu Maria Londa, panahan yaitu Ika Yuliana dan Riau Ega serta atlet angkat besi di antaranya adalah Eko Yuli dan Triyatno.

"Peluang untuk menambah atlet yang lolos kualifikasi memang ada. Makanya kami meminta semua pihak untuk berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan kesempatan yang ada," kata pria yang akrab dipanggil Cak Imam itu.

Cabang olahraga yang akan menjadi tumpuan untuk merebut medali emas adalah bulu tangkis. Secara peringkat saat ini, Indonesia sebenarnya sudah banyak meloloskan atlet di antaranya pasangan Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan dan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir. Namun, kualifikasi cabang tepok bulu ini baru tuntas pertengahan 2016.

Selain itu cabang balap sepeda nomor BMX juga mempunyai peluang lolos ke Brazil lewat Elga Kharisma Novanda. Atlet asal Malang ini didorong mengikuti kejuaraan yang masuk kualifikasi agar peluang lolos olimpiade lebih besar.

Sementara itu Ketua Satlak Priam Ahmad Sucipto optimistis jumlah atlet yang lolos ke Olimpiade Brazil akan bertambah. Selain menyiapkan langkah untuk meloloskan atlet, Kemenpora, Satlak Prima hingga KOI juga terus melakukan koordinasi guna menyiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung atlet.

Pada Olimpiade Brasil ditargetkan ada 33 atlet yang lolos kualifikasi. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan kontingen Indonesia saat turun di Olimpiade London 2012 dengan 22 atlet. Pada Olimpiade Brazil, Raja Sapta Oktohari ditunjuk menjadi "Chef de Mission" (CdM).