Jakarta, (Antarariau.com) - Program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) 2015 yaitu satu desa satu lapangan ternyata belum "/>

Kemenpora Belum Penuhi Satu Desa Satu Lapangan

Jakarta, (Antarariau.com) - Program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) 2015 yaitu satu desa satu lapangan ternyata belum terpenuhi karena dari target awal yaitu 1.000 desa ternyata baru terealisasi di 470 desa terpilih yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Ada beberapa kendala sehingga target awal belum dipenuhi di antaranya masalah anggaran dan administrasi. Saya kira jumlah yang terealisasi tahun ini cukup sebagai permulaan," kata Menpora Imam Nahrawi dalam keterangan pers terkait evaluasi olahraga nasional yang diterima media di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, program satu desa satu lapangan merupakan salah satu upaya untuk menjawab permasalahan fasilitas olahraga  yang selama ini belum maksimal dan dikeluhkan terutama di desa-desa. Pembangunannya sendiri juga tergantung dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan masing-masing desa.

Dengan kondisi tersebut, masing-masing desa belum tentu dibangun lapangan sepak bola melainkan bisa lapangan bulu tangkis, bola voli maupun lapangan olahraga lainnya. MoU pembangunan lapangan ini bahkan telah dilakukan oleh Kemenpora beberapa waktu lalu.

"Program ini tentu saja ditargetkan bisa lebih banyak lagi. Namun, semuanya masih harus menunggu daya dukungan anggaran," kata Menteri asal Bangkalan Madura itu.

Pria yang akrab dipanggil Cak Imam itu menjelaskan, pembangunan sarana olahraga di tingkat desa memang sangat dibutuhkan terutama untuk basis pembinaan atlet. Selama ini salah satu faktor yang membuat prestasi olahraga nasional menurun adalah kurangnya pembinaan di tingkat grassroot.

Tidak hanya menyiapkan lapangan olahraga. Demi mendukung berlangsungnya pembinaan di tingkat grassroot, Kemenpora juga berencana menyediakan tenaga pelatih di setiap desa yang telah mempunyai sarana olahraga yang memadai.

Dengan disiapkan tenaga pelatih di masing-masing desa yang sudah mempunyai fasilitas olahraga yang memadai diharapkan sistem pembinaan yang dilakukan sesuai dengan standar dan menggunakan metode pelatihan yang benar.  
    
Sesuai dengan rencana, program unggulan satu desa satu lapangan yang dicanangkan Menpora Imam Nahrawi akan terus dilanjutkan pada 2016.