Pekanbaru, (Antarariau.com) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru menurunkan tim kelapangan untuk menyisir terompet yang menggunakan sampul "/>

Disperindag Pekanbaru Temukan Terompet Bertuliskan Alquran

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru menurunkan tim kelapangan untuk menyisir terompet yang menggunakan sampul ayat suci Alquran untuk ditarik dan dilarang diperdagangkan.

"Tim kemarin menemukan sekitar lima terompet bertuliskan ayat suci dipedagang pada Jalan Sukarno Hatta. Semuanya langsung kami perintahkan untuk ditarik dari peredaran," ungkap Kabid Perdagangan, Disperindag Pekanbaru, Masirba Sulaiman, di Pekanbaru, Kamis.

Masirba menjelaskan turunnya tim ini atas perintah Wali Kota Pekanbaru, menyikapi ditemukannya bahan atau sampul alquran dijadikan terompet bagi perayaan dan penyambutan malam Tahun Baru.

Menurut Masirba tim yang turun sejauh ini sifatnya persuasif untuk mengingatkan dan mensosialisasikan bahwa terompek yang menggunakan kertas pembungkus alquran tidak boleh diperdagangkan, serta harus ditarik dari peredaran.

"Kami sudah langsung mengingatkan pedagang terompet. Selain juga bertanya dari mana asal usul mereka mendapatkannya," beber Masirba.

Sejauh ini sambung Masirba informasi yang berhasil dihimpun dari pedagang, bahwa terompet tersebut merupakan kiriman dari pulau Jawa untuk dipasarkan di Pekanbaru.

"Kemaren jumlahnya satu truk, kami hanya menjualkan saja dengan sistem borongan," ungkap salah satu pedagang ujar Masirba menirukan.

Memang Masirba menganalisa penggunaan sampul ini tidak ada maksud dan unsur kesengajaan. Karena rata-rata pedagang tidak mengetahuinya, jika tidak diberitahu. Apalagi kertas tersebut tulisan arabnya dibalik ke sebelah dalam.

"Jadi kalau tidak diperhatikan sekali memang tidak terlihat," urainya lebih jauh.

Namun demikian ini rawan sekali perpecahan sara jika dibiarkan. Apalagi jika ada oknum yang akan memecah belah cara seperti ini akan mudah sekali.

Masirba menambahkan, sejauh ini pihaknya terus mengusut sumber dan keberadaan terompet-terompet tersebut. Tujuannnya untuk ditarik dari peredaran.

"Kemaren katanya dari informasi yang kami dapat sang pemilik usaha terompet ini ada di Jalan Dwikora, namun menurut masyarakat sudah pindah karena mendapat kritikan ke Jalan Jawa. Kini tim lagi mencari dimana terompet tersebut ditumpuk," bebernya lagi.

Menurut Masirba tujuan di tariknya terompet ini dari padar guna menghindari konplik sara akibat kesalah pahaman.

"Memang kami mintakan kesadaran pedagang yang masih menjual terompet berbungkuskan alquran. Jika masih bandel juga nanti akan kami sita," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, 200 ribu lembar kertas bekas sampul Alquran sisa pembuatan Alquran di jual rekanan pemenang tender pencetakan kitab suci umat muslim ini dalam hal ini CV Aneka Ilmu ke pengepul.

Lalu pengepul menjualnya ke pengerajin terompet untuk dijadikan alat bunyian tiup malam pergantian Tahun Baru.