Jambi, (Antarariau.com) - Ribuan warga pendatang di Sungai Tebal Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Jumat memblokade jalan "/>

Tak Kunjung Diberi KTP dan KK, Warga Pendatang Blokade Jalan

Jambi, (Antarariau.com) - Ribuan warga pendatang di Sungai Tebal Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Jumat memblokade jalan menuju Jangkat untuk menuntut kepastian kependudukan dari Pemkab setempat.         

"Warga memblokade jalan sejak Jumat pagi, mereka inggin Pemkab memberikan KTP dan KK untuk mereka yang tercatat sebagai warga Kabupaten Merangin," kata Warga Merangin, Ivan, di Merangin.         

Awalnya, Pemkab setempat sudah pernah berjanji akan mengeluarkan KTP dan KK untuk mereka, namun tak kunjung terealisasi.         

"Mereka merasa tidak ada realisasi pengeluaran KTP dan KK itu, maka terjadilah pemblokadean jalan. Ratusan aparat keamanan pun terlihat turun ke lokasi. Warga memblokade dengan melintangkan kayu dan besi serta batu-batu," kata Ivan.         

Namun, Jumat siang, jalan yang diblokade warga pendatang dari Sungai Tebal akhirnya dibuka setelah Bupati Merangin, Kapolres dan Dandim menenangkan ribuan pengunjuk rasa di daerah itu.         

"Kita akan cari solusi bagi warga yang tidak mempunyai KTP, namun kita tetap mengacu pada aturan yang berlaku," kata Bupati Merangin, Al Haris.         

Pemerintah Kabupaten Merangin akan mengakomodasi tuntutan warga Sungai Tebal. Pemkab Merangin menyatakan akan menanggapi permintaan warga dengan syarat dan ketentuan.         

"Warga Sungai Tebal akan kita data. Nanti mana warga yang memenuhi syarat kita berikan KTP dan KK-nya sebagai warga Merangin," kata Haris menjelaskan.         

Sementara warga eksodus yang umumnya berasal dari Provinsi Sumsel itu menyatakan bersedia mengikuti proses yang disarankan Pemkab Merangin. Namun kembali akan memblokade jalan jika permintaan mereka tidak teralisasi.         

Sementara itu, Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga mengatakan, pemblokadean jalan yang dilakukan warga Sungai Tebal hanyalah mis-komunikasi.         

"Ini hanya mis-komunikasi dan sudah bisa diselesaikan dengan baik-baik dan dibicarakan lebih lanjut," kata Kapolres.