Pekanbaru, (Antarariau.com) - Badan Pusat Statistik menyatakan pada Desember 2015 komoditas cabai merah pemberi andil terbesar terjadi inflasi "/>

Desember Lalu, Cabai Merah Beri Andil Terbesar Picu Inflasi Riau

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Badan Pusat Statistik menyatakan pada Desember 2015 komoditas cabai merah pemberi andil terbesar terjadi inflasi sebesar 1,08 persen.
         
"Komoditas utama yang mengalami inflasi dan memberikan andil terbesar berikutnya terjadinya inflasi Riau adalah bawang  merah, beras,  telur  ayam  ras,  daging  ayam  ras,  tomat  sayur, kentang, dan lainnya," kata Kepala BPS Provinsi Riau, Mawardi Arsad dalam keterangannya di Pekanbaru, Rabu.
         
Menurut dia, BPS menghitung tingkat inflasi Riau dari gabungan inflasi yang terjadi di tiga kota, yakni Pekanbaru, Dumai, dan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hulu. Inflasi sebesar 1,08 persen sama artinya dengan telah terjadinya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 121,77 pada November 2015 menjadi 123,08 pada Desember 2015.
        
Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 2,65 persen.
        
"Yang mendorong terjadi inflasi Riau pada Desember 2015 sebesar 1,08 persen karena adanya kenaikan indeks harga konsumen pada semua kelompok pengeluaran, dengan inflasi tertinggi pada kelompok bahan makanan sebesar 4,06 persen dengan andil sebesar 0,92 persen," katanya.
         
Kemudian diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,45 persen dengan andil 0,09 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,31 persen dengan andil 0,02 persen, kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 0,15 persen dengan andil sebesar 0,01 persen.
         
Berikutnya yang mempengaruhi inflasi di Riau adalah kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen dengan andil sebesar 0,02 persen.
         
Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan  bahan  bakar sebesar  0,08 persen  dengan  andil  0,02  persen, dan kelompok  sandang  sebesar  0,02 persen dengan andil sebesar 0,001 persen.
         
Dari  23  kota  di  Sumatera  yang  menghitung  IHK, semua kota  mengalami inflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di
Kota Sibolga sebesar 2,12 persen, diikuti oleh Bukittinggi sebesar 1,80 persen, Padang sebesar 1,79 persen, dan  Pematang  Siantar  sebesar  1,78  persen.
         
Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Dumai sebesar 0,39 persen, Meulaboh sebesar 0,49 persen, Banda Aceh sebesar 0,54 persen, dan Tembilahan sebesar 0,77 persen. 
 
 

loading...