Pekanbaru, (Antarariau.com) - Otoritas Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyebut, peningkatan fasilitas navigasi penerbangan instrumen sistem "/>

Fasilitas Navigasi Sistem Pendaratan SSK II Ditingkatkan Tengah Tahun ini

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Otoritas Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyebut, peningkatan fasilitas navigasi penerbangan instrumen sistem pendaratan (ILS) untuk landasan pacu sepanjang 2.600 meter baru akan terpasang pertengahan tahun ini,

"Untuk operasikan landasan 2.600 meter karena infrastrutur telah ada, kita masih kekurangan fasilitas navigasi penerbangan. Dan itu, direncanakan pertengahan 2016 akan dilengkapi," papar General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Jaya Tahoma Sirait di Pekanbaru, Rabu.

Pihaknya telah mendapat sinyal positif dari Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI/Airnav Indonesia) dan akan memasang sistem pendaratan instrumen di 13 bandara termasuk Sultan Syarif Kasim II pada 2016.

 Selama ini, kata Jaya, bandara internasional itu telah memiliki ILS untuk landasan pacu diposisi 2.240 meter dengan lebar 45 meter dan didarati pesawat berbadan sempit jenis Boeing 737 seri kapasitas hingga 210 kuri atau Airbus A320 kapasitas hingga 180 kursi.

Dia berujar, penambahan landasan pacu sepanjang 360 meter menjadi 2.600 telah selesai dilakukan pada tahun lalu dan pihaknya telah melaporkan kesiapan infrastruktur pendukung bagi pesawat tersebut.

"Ketika landasan sudah diperpanjang jadi 2.600 meter, maka dibutuhkan ILS baru dan harus sudah disediakan. Karena tidak mungkin ILS lama dicopot, lalu dipindahkan.

"Tidak mungkin seperti itu karena harus ada interval waktu beberapa saat agar kita bisa terus layani penerbangan. Itu bukan pilihan yang baik. Mesti ada alat baru dan harus diverifikasi, diserifikasi serta publikasi. Baru yang lama off-kan (matikan)," jelas Jaya.