Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT Pertamina (Pesero) Pemasaran Wilayah Sumbar-Riau mengaku, warga di Provinsi Sumatera Barat mengalami situasi kepanikan "/>

Pertamina: Warga Sumbar Panic Buying Borong BBM, Riau Aman Saja

Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT Pertamina (Pesero) Pemasaran Wilayah Sumbar-Riau mengaku, warga di Provinsi Sumatera Barat mengalami situasi kepanikan borong atau "panic buying" di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selama dua hari terakhir.
         
"Mereka pada borong semua. Jadi pada tanggal 5 Januari itu pada borong semuanya, tapi di kita kondisinya sampai saat ini masih aman baik stok atau penyaluran," ujar Kepala Pertamina Pemasaran Wilayah Sumbar-Riau, Ardyan Adhitia di Pekanbaru, Rabu.
         
Dua hari sebelum kenaikan BBM diberlakukan pada tanggal 5 Januari 2016, jelas dia, penjualan BBM baik jenis premium atau solar pada 112 unit SPBU di Sumbar mengalami kemerosotan tajam hingga mencapai rata-rata 50 persen di setiap SPBU per hari.
         
Pihaknya pada waktu normal melakukan pasokan dalam sehari di 112 unit SPBU rata-rata untuk BBM jenis solar berkisar 1.100 sampai 1.300 kiloliter per hari, sedangkan BBM jenis premium sekitar 2.200 sampai 2.300 kiloliter per hari.
         
"Itu kita rasakan cukup signifikan terutama dua hari sebelum tanggal 5 Januari. Permintaan jauh menurun dan di beberapa SPBU, kita cek omset penjualan mereka hanya mencapai 50 persen dari biasanya," kata dia.
         
Ardyan jelaskan, bila satu SPBU di Sumbar menjual sekitar enam ton BBM jenis solar dalam sehari, maka turun menjadi tiga atau dua ton menjadi. Hal yang sama berlaku untuk BBM jenis premium dari biasanya 10 kiloliter per hari, menjadi lima ton.
         
Konsumen di Sumbar, ucapnya, bersikap menunda pembelian hingga harga BBM diturunkan dengan menahan pembelian di setiap SPBU dan berakibat meningkatnya permintaan di Depot Teluk Kampung, Padang hingga 140 persen dibanding waktu normal.
         
"Stok kita di Teluk Kampung dalam jumlah banyak. Dua hari terkahir saya cek, cukup melimpah atau bisa sampai sembilan hari ke depan. Ini akibat konsumen menahan pembelian premium dan solar," terangnya.
         
Harga bahan bakar minyak secara resmi diturunkan per 5 Januari 2016 mulai pukul 00.00 WIB dengan tanpa disertai pungutan dana ketahanan energi.
         
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah resmi mengumumkan rencana menurunkan harga BBM. "Hari ini secara resmi pemerintah mengumumkan rencana menurunkan harga BBM dengan ada beberapa hal. Apa yang diumumkan (terkait harga BBM) adalah harga keekonomian," katanya.
         
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengumumkan harga BBM terbaru setelah dikurangi harga ketahanan energi. "Kami sampaikan sesuai dengan harga keekonomisan harga solar turun dari Rp6.700 menjadi Rp5.650 per liter," katanya.
         
Selanjutnya harga kerosen tetap Rp2.500 per liter, harga premium non-Jawa Madura Bali turun dari Rp7.300 menjadi Rp6.950 per liter, premium di Jawa-Madura-Bali turun dari Rp7.400 menjadi Rp7.050 per liter.
         
"Di luar yang ditetapkan pemerintah, Pertamina juga akan menurunkan harga produk yang lain seperti pertalite turun dari Rp8.250 menjadi Rp7.900 per liter, pertamax DKI-Jabar turun dari Rp8.650 menjadi Rp8.500 per liter, dan pertamax Jateng-DIY turun dari Rp8.750 menjadi Rp8.600 per liter," katanya.