Punya Potensi PAD Rp1 Triliun, Pekanbaru Baru Bisa Ambil Setengahnya

Pekanbaru,  (Antarariau.com) - Pemerintah Kota Pekanbaru memiliki potensi pendapatan asli daerah Rp1 triliun pada tahun 2016 dengan memaksimalkan pengelolaan pajak.

"Hanya kondisi kita saat ini belum sampai kemampuannya untuk menggarap hingga kesana," kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus Kamis, di Pekanbaru.

Firdaus bahkan membandingkan kemampuan Kota Surabaya yang  bisa meraih PAD sebesar Rp3,5 triliun.
"Jika dibandingkan dengan kota selevel Pekanbaru di Pulau Jawa, kita masih jauh tertinggal dengan hanya meraih Rp500 juta di tahun 2015," kata Firdaus.

Menurut Firdaus, masih banyak lahan penerimaan yang hingga kini belum tersentuh demikian juga dengan wajib pajak (WP) baru yang belum terjangkau.

Ia mencontohkan lahan yang dimaksut adalah pajak dari rumah makan dan restoran, sejauh ini masih belum seluruhnya jujur dan tertata dengan jelas sehingga peluang kebocoran juga ada.

Selain itu, pajak bumi dan bangunan (PBB) juga menjadi potensial pajak sejak pengalihan pengelolaan dari pusat kedaerah dilakukan dua tahun lalu.

Demikian juga dengan pajak papan reklame yang kini masih banyak yang belum seturut dengan aturan.

Tahun ini, Pemkot sudah menaikkan tarif nilai jual objek pajak secara bertahap untuk meningkatkan pendapatan.

"Pekanbaru kota berkembang, tidak punya sumber daya alam, yang berpotensi itu retribusi pajak daerah. Kesadaran WP (wajib pajak) juga sepertinya masih kurang sementara SDM yang akan mengelola ini perlu dibenahi," keluhnya.

Makanya, kata Firdaus, Satuan Kerja Perangkat Daerah yang menjadi tumpuan PAD dalam hal ini Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) diharapkan memiliki inovasi dan trik untuk mengupayakan penggarapan potensi tersebut.

Ia mengakui sistem teknologi yang belum tersentral dan belum daring (online)  sangat mempengaruhi penerimaan pajak.

Firdaus akan memasang target, tahun 2016 ini semua layanan penerimaan pajak harus sudah daring dan terhubung hingga ke kecamatan.

"Perlu ada terobosan baru untuk itu semua, dengan meningkatkan sosialisasi kesadaran membayar pajak, pelayanan yang cepat dan berteknologi, dan menutup kebocoran,"tandasnya.

Kadispenda Kota Pekanbaru Yuliasman menyebutkan tahun 2015 Pekanbaru hanya mampu meraih PAD sekitar Rp550 miliar.

Ia berjanji tahun 2016 terobosan baru akan dilakukan demi mendongkrak PAD.

"Selain meningkatkan pelayanan, kami juga sudah menjalin kerja sama dengan semua kantor cabang Bank Riau-Kepri untuk pembayaran. Kami juga akan aktifkan tiga unit mobil operasional pajak pada hari libur kerja di tiap wilayah yang tidak terjangkau," pungkasnya.

loading...