Jakarta, (Antarariau.com) - Setiap helai kain batik memiliki sebuah cerita, doa, dan harapan yang terkandung di dalamnya. Tahukah "/>

Ternyata Ada Cerita Sedih Dibalik Motif Batik Truntum Loh!!

Jakarta, (Antarariau.com) - Setiap helai kain batik memiliki sebuah cerita, doa, dan harapan yang terkandung di dalamnya. Tahukah Anda bahwa dibalik motif batik Truntum yang terkenal itu, terdapat cerita sedih? 

Truntum berasal dari kata tinaruntum. Artinya, tumbuh dan berkembang, yang merupakan lambang dari cinta kasih yang selalu tumbuh dan berkembang. 

Konon, motif ini diambil dari cerita Kanjeng Ratu Beruk yang sangat sedih karena suaminya, Kasuhunan Pakubuwono III hendak memperistri selirnya. Karena pada masa itu perempuan dilarang membantah suami, maka Sang Ratu hanya memendam semua kekecewaannya. 

Di tengah kesedihannya ini, Kanjeng Ratu Beruk berdiam diri dan membatik. Di tengah ‎kesendiriannya itu, Sang Ratu terpesona dengan keindahan bintang yang bersinar.  

Dia pun seperti mendapat secercah harapan di tengah kegelapan hidupnya. Lalu, harapan ini dituangkan dalam kain mori-nya (kain dasar batik). 

Singkat cerita, Sang Raja melihat kain indah buatan Kanjeng Ratu Beruk. Ketekunan, ketelitian dan cinta kasih yang terlihat dalam kain batik tersebut, membuat Sang Raja jatuh cinta lagi dengan Sang Ratu. Akhirnya, Kasuhunan Pakubuwono III membatalkan pernikahan dengan selirnya. 

Dari sinilah motif batik Truntum dianggap sebagai simbol cinta kasih yang tidak akan redup. Kini, motif Truntum kerap digunakan oleh orang tua mempelai untuk menikahkan anaknya. Dengan harapan, cinta dan kasih mempelai selalu tumbuh dan tidak pernah pudar.