Pertamina: Pertalite Tersedia di 44 SPBU Sembilan Kabupaten dan Kota Riau

Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT Pertamina (Pesero) Pemasaran Wilayah Sumbar-Riau mempekirakan, sekitar 30 persen atau 44 unit dari jumlah total 147 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Riau bakal menjual pertalite tahun ini.
         
"Untuk SPBU jual pertalite, kita belum ditargetkan untuk tahun ini. Tapi kita prediksi 50 persen jumlah SPBU di Riau atau sekitar 44 unit hingga akhir tahun," terang Kepala Pertamina Pemasaran Wilayah Sumbar-Riau, Ardyan Adhitia di Pekanbaru, Kamis.
         
Saat ini, ujar dia, terdapat 38 unit dari jumlah total hingga akhir tahun lalu 147 unit SPBU tersebar pada sembilan kabupaten/kota di Riau memasarkan bahan bakar minyak varian baru dengan kandungan oktan atau Research Octane Number (RON) 90.
         
Seperti di Pekanbaru, Kampar, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Dumai dan Bengkalis dengan angka kosumsi masyarakat atau konsumen di Riau sebanyak 53 kiloliter per hari.
         
"Kalau total bahan bakar minyak pertalite untuk dua provinsi yakni Sumbar dan Riau sekitar 80 kiloliter per hari. Meski di Sumbar pertama kali diperkenalkan, tapi masih lebih kecil diserap warga cuma 27 kiloliter per hari dibanding Riau," ucap dia.
         
Ardyan menerangkan, sejak bahan bakar minyak jenis pertalite diperkenalkan untuk wilayah Pekanbaru pada tanggal 11 Oktober tahun 2015, ternyata warga cukup antusias dalam membeli bahan bakar minyak varian baru tersebut meski tidak lagi disubsidi.
         
"Sekarang animonya warga berbelanja pertalite, cukup bagus. Contoh di satu SPBU, mungkin dia jual pertamax plus hanya laku sampai 300 liter per hari, tapi begitu SPBU itu jual pertalite bisa sampai 5.000 liter per hari," bebernya.
         
"Jadi kita tetap optimis berapa jumlag SPBU di Riau ditetapkan oleh PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I Sumbagut, asalkan realistis," tegas Ardyan.
         
Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero), Ahmad Bambang tahun lalu menyatakan, secara umum konsumen pertalite cukup diminati oleh masyarakat di Indonesia sejak diluncurkan pada 24 Juli 2015.
         
"Sejauh ini animo konsumen sangat positif dan volume penjualannya juga terus meningkat," katanya.
         
Menurutnya, kondisi tersebut akan mendorong Pertamina untuk terus menambah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang menjual pertalite.
         
Ia menyebutkan, sejak diujipasarkan secara perdana pada Minggu (20/9) untuk wilayah Provinsi Sumatera Barat, total rata-rata penyaluran pertalite di 16 SPBU mencapai 21 kiloliter per hari.
         
"Itu menandakan minat yang sama seperti di Pulau Jawa, Bali, Sumatera Utara, Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat," terangnya.

loading...