Pekanbaru, (Antarariau.com) - Otoritas Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II mengungkapkan, dua maskapai domestik telah mengajukan "slot time" "/>
PTPNV

Dua Maskapai Ajukan Slot Time di Bandara SSK II Pekanbaru

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Otoritas Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II mengungkapkan, dua maskapai domestik telah mengajukan "slot time" atau waktu kedatangan dan keberangkatan untuk segera diterbangi awal tahun ini.
        
"Baru ada dua maskapai yang minta slot time kepada kita untuk diterbangi baik dari dan menuju bandara setempat," ujar Kepala Divisi Pelayanan dan Operasi Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Hasturman Yunus, di Pekanbaru, Jumat.
        
Menurut dia, dua perusahaan penerbangan itu yakni maskapai Citilik Indonesia tujuan Bandung satu kali sehari dan Lion Air rute terbang Denpasar satu kali sehari.
        
Rute penerbangan tujuan daerah wisata dan pusat perbelanjaan Bandung, Provinsi Jawa Barat selama ini dari bandara setempat, pernah dilayani dua maskapai sekaligus yakni Indonesia AirAsia dan Indonesia Air Transport pergi pulang satu hari sekali.
        
Setelah beberapa bulan operasi di tahun 2013, Indonesia Air tercatat menghentikan penerbangan dan terakhir menutup karena sedikitnya penumpang, sehingga perusahaan mengalami kendala finansial. Sedangkan AirAsia tercatat masih terus beroperasi hingga kini.
        
Untuk rute menuju Pulau Dewata, julukan bagi Pulau Bali,  Provinsi Bali hingga kini belum terdapat maskapai yang berani menerbangi rute tersebut secara langsung dari Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.  
   
Meski terdapat pemberitahuan rencana penambahan slot time dari operator penerbangan di Pekanbaru, kata Hasturman, tapi pihaknya belum bisa memastikan kedua maskapai itu bisa segera membuka rute baru.
        
"Ini kan harus disetujui kedua bandara, baik asal maupun tujuan. Seperti rute ke Bandung, kalau slot time dari Pekanbaru ada, akan tetapi di sana (Bandung) tidak ada, tetap tidak bisa," jelasnya.
        
"Kami sambut positif recana dua maskapai itu. Tidak hanya Citilink dan Lion, tapi kepada operator lain. Sebab, itu memberi tanda kebangkitan industri penerbangan di Tanah Air," ucap Haturman.
        
Data terakhir Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II menyebut, delapan maskapai telah beroperasi di bandara setempat dengan tidak kurang dari 70 sampai 78 kali penerbangan per hari melayani penumpang di waktu normal sekitar 8.000 orang.
        
Ke-8 maskapai tersebut melayani penerbangan komersil pada di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa seperti Batam, Tanjung Pinang, Medan, Jambi, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.
        
Tercatat empat maskapai melayani rute internasional seperti AirAsia rute Pekanbaru-Kuala Lumpur, lalu Malindo Air rute Pekanbaru-Malaka dan rute Pekanbaru-Singapura dilayani dua maskapai yakni Silk Air dan Jetstar Asia.
 
 

loading...