Harga Minyak Turun, Pekanbaru Malah Pertimbangkan Tambah Saham di BSP

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mengakui memperoleh keuntungan dengan menjadi pemegang saham pada Badan Usaha Milik Daerah, setempat yang diikutinya seperti PT. Bumi Siak Pusako, dan Bank Riau-Kepri.
        
"Saham Pemerintah Kota di BUMD perlu dipertimbangan untuk ditambah, karena perusahaan ini menjanjikan," ungkap Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, di Jogjakarta, Minggu.
        
Menurut Firdaus, dengan ikutnya menjadi pesaham pada dua perusahaan ini maka Pekanbaru tiap tahunnya memperoleh deviden.
        
Dividen ini lumayan besar dan membantu menambah kas daerah sebagai sumber pemasukan lain-lain.
        
Ia menganalisa selama ini saham Pemko yang ada di dua BUMD tersebut lumayan menjadi sumber pemasukan. Karena perusahaan yang ditumpanginya menjanjikan. Demikian juga kedepan sebab bergerak di sektor pertambangan dan gas serta perbankan.
        
"Niat nambah ada sih," ujarnya, sambil tertawa ringan.
        
Namun masalahnya, jelas Firdaus, Pembangunan daerah Pekanbaru yang direncanakan lebih membutuhkan.
        
Sementara uang yang didapat sebagai penerimaan pada APBD masih pas-pasan untuk menggerakkan dan membiayai kebutuhan Pembangunan di masyarakat.
        
Namun ia yakin untuk dua tahun mendatang Pemko sudah bisa bergerak, dan menyisihkan lagi dananya untuk menambah saham pada kedua BUMD tersebut.
        
"Tahun 2016-2017 kita tuntaskan dulu pembangunan infrastruktur Pekanbaru, setelah itu siapapun Walikotanya pastilah bersedia menambah sahamnya di PT.Bumi Siak Pusako dan Bank Riau -Kepri," tuturnya.
         
Ia bahkan berjanji jika menang lagi pada pemilihan Kepala Daerah serentak yang digelar 2017, akan menambah porsi saham pemko pada kedua BUMD.
         
"Saat ini saham kita masih kecil tidak sampai 10 persen," tandasnya.
         
Sebelumnya diberitakan, dividen atau pembagian keuntungan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Riau yang bergerak di bidang minyak bumi dan gas yakni Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako ke pemerintah provinsi diperkirakan bakal turun tahun 2016 karena harga minyak mentah dunia yang merosot.
        
"BOB PT BSP mengalami penurunan keuntungan, jadi tidak bisa lagi didorong. Biasanya memberikan dividen 10, tapi karena kondisi hari ini mungkin lima yang bisa mereka berikan, itu yang bisa kita terima," sebut, Asisten II Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Riau, Masperi di Pekanbaru, Jumat.
         
Penurunan itu terjadi karena harga minyak mentah saat ini sudah 32-33 dolar per barel dan mengalami level terendah. Jumlah itu jauh menurun dari beberapa tahun lalu yang sempat mencapai harga tertinggi di atas 100 dolar per barel.
         
BOB PT BSP-Pertamina sendiri mengelola Blok Coastal Plain Pekanbaru (CPP) sejak 6 Agustus 2002 selama 20 tahun hingga 2022.
         
Sebelumnya, Blok CPP dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia dan pernah mencapai zaman keemasannya pada pada 1984 dengan produksi minyak mencapai 99.000 barel per hari.