Anggota DPR Belum Setujui Pelantikan Ade Komaruddin jadi Ketua DPR

id anggota dpr, belum setujui, pelantikan ade, komaruddin jadi, ketua dpr

Anggota DPR Belum Setujui Pelantikan Ade Komaruddin jadi Ketua DPR

Jakarta, (Antarariau.com) - Rapat paripurna DPR RI mendadak hujan interupsi setelah pimpinan sidang Wakil Ketua DPR Fahrie Hamzah menjelaskan agenda pelantikan Ketua DPR yang baru, Ade Komaruddin.

"Sesuai hasil rapat konsultasi pimpinan DPR dan fraksi-fraksi sebagai pengganti rapat badan musyarah pada 11 januari 2015, agenda acara rapat paripurna kali ini pembukaan masa sidang, pelantikan anggota PAW dan pelantikan Ketua DPR-RI," kata pimpinan rapat paripurna Wakil Ketua DPR RI Fahrie Hamzah membuka sidang di Senayan Jakarta, Senin.

Sebelumnya Fahrie menjelaskan bahwa rapat paripurna dihadiri 290 anggota dengan 119 ijin mendengar dan anggota dari F-PDI-P yang mengajukan surat ijin resmi, karena sedang melaksanakan rapat kerja nasional.

"Dengan demikian jika digabungkan maka ada 409 orang dari 557 anggota dengan dua anggota PDI-P yang menandatangani," kata Fahrie.

Ketika mendengar pimpinan sidang membacakan agenda rapat paripurna, anggota F-PG Azhar Romli menegaskan bahwa khusus untuk acara pelantikan pimpinan diusulkan agar pelantikan tidak dilaksanakan dulu.

"Kalau tadi disebutkan ada rapat konsultasi sebagai pengganti bamus. Rapat bamus seharusnya dilakukan setelah dibuka masa sidang. Bagaimana masa sidang belum dibuka, tapi bamus sudah bersidang dulu," kata Azhar Romli.

Selain itu, Azhar menjelaskan untuk menghormati anggota F-PDI-P yang tak hadir, yang sedang melaksanakan rapat kerja, maka lebih baik ditunda.

Hal yang sama juga disuarakan Melkias Mekeng yang menegaskan bahwa fraksi Partai Golkar sampai saat ini tidak memiliki kepengurusan yang sah.

"Kami usulkan biarkan saja ketua dipegang PLT, biarkan kami Partai Golkar menyelesaikan sendiri masalahnya dan akan segera menyelesaikan," kata Melkias Mekeng.

Namun hujan interupsi terhenti sejenak ketika secara tiba-tiba pengeras suara yang ada mati mendadak.

Pada kesempatan itu anggota Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul menegaskan bahwa DPR tidak boleh hanya mengakomodir kepentingan Partai Golkar dan PPP yang sedang terjadi konflik internal.

"Jadi sangat arif dan bijaksana DPR bukan milik Partai Golkar dan PPP saja. Tetapi DPR ini milik rakyat. Kalau mau PG dan PPP selesaikan masalahnya sendiri-sendiri, jangan dibawa ke sini," kata Ruhut.

Lebih lanjut Fahrie Hamzah menjelaskan bahwa rapat konsultasi pimpinan DPR dihadiri semua fraksi, 10 fraksi.

"Rapat Bamus tadi paling indah, suasananya paling indah. Ini tahun monyet emas. Kita punya tantangan besar dari masyarakat. Dari dari pertimbangan Badan Keahlian Dewan dan biro hukum sehingga secara hukum tidak ada persoalan adanya rapat konsultasi pengganti Bamus yang menyepakati agenda acara pelantikan ketua DPR baru," kata Fahrie.