Resensi Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Oleh Yuliza Husnizar

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Buku berisi kumpulan cerita pendek Eka Kurniawan ini sangat menarik untuk dibaca. Diawali dengan Gerimis yang Sederhana dan diakhiri dengan Pengantar Tidur Panjang.

Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi merupakan cerpen ketiga di dalam buku ini yang mengisahkan tentang Maya yang ditinggalkan kekasihnya tepat pada malam sebelum mereka menikah.

Semenjak kejadian itu Maya bersedih hati dan mengalami mimpi yang sama setiap harinya, mimpi tentang seorang lelaki yang yang sering berlari di sepanjang pantai ditemani seekor anjing kampung. Ia bisa melihat dada lelaki itu yang telanjang, gelap, dan basah oleh keringat, berkilauan memantulkan cahaya matahari.

Apa arti dari mimpi ini? Apakah lelaki ini kekasih hati yang dicari-carinya selama ini? Mimpi itu mungkin bukan pertanda apapun namun Maya akhirnya mengikuti kata hatinya untuk mencari pria yang selalu hadir dalam mimpinya itu di kota kecil bernama Pangandaran.

Lain dengan makhluk hidup lain pula cerita benda mati yang dituangkan Eka Kurniawan dalam Cerita Batu. Cerita Batu mengisahkan tentang batu yang dendam terhadap seorang pemuda yang pernah membunuh istrinya sendiri dengan menenggelamkan istrinya dengan menggunakan batu tersebut sebagai pemberat.

Batu tersebut merasa lelaki itu membuatnya menjadi bagian dari satu pembunuhan hina. Sayangnya, batu tidak bisa berkata-kata dan didengar oleh manusia. Dia juga tidak bisa bergerak semaunya untuk membalas dendamnya pada lelaki itu. Yang bisa dilakukannya hanya menunggu saat yang tepat untuk membalas dendamnya, entah bagaimana caranya nanti.

Akhirnya waktu yang dinanti pun tiba dan si batu akhirnya melihat sendiri kematian lelaki tersebut. Lelaki tersebut mati karna menginjak batu bulat serupa kelereng lalu tergelincir. Kepalanya menghantam ujung ranjang yang terbuat dari kayu mahoni sebelum membentur lantai, bocor dengan otak meleleh. Di luar dugaan, apa yang dilihat oleh batu tersebut ternyata tidak membuatnya bahagia.

Selain dua cerita di atas, Gincu ini Merah, Sayang juga memberi pembaca pesan tersendiri, mengisahkan betapa fatalnya akibat dari ketidakterbukaan dan kesalahfahaman di antara suami istri yang masih dibayang bayangi masa lalu pasangan masing-masing.

Kalimat-kalimat dan alur cerita yang dikemukan oleh Eka Kurniawan mampu membawa pembaca mendalami karakter karakter di setiap ceritanya. Di akhir cerita pembaca juga di bawa berfikir akan apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh penulis.

Sebut saja di Gincu ini Merah, Sayang dimana penulis menceritakan kisah dari 2 sudut pandang berbeda dan bagaimana akhirnya jika perasaan dan syak wasangka bisa berakibat sangat buruk dan merugikan diri sendiri. Kisah ini yang juga mengingatkan pembaca bahwa terkadang niat baik tidak selalu dianggap baik dan berakibat baik.

Itulah sekelumit kisah-kisah di buku Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi. Buku yang berisi 170 halaman yang terdiri dari 15 cerita pendek ini cocok dibaca untuk siapa saja yang tidak menyukai bacaan yang terlalu tebal, apalagi kisah-kisah di dalamnya cukup sederhana namun mampu menghibur dengan tetap memberi pesan kehidupan kepada pembacanya.

Judul        : Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
Penulis    : Eka Kurniawan
Penerbit    : Bentang Pustaka
Tebal    : 170 halaman
ISBN    : 978-602-291-072-5

Gambar: https://janebookienary.wordpress.com/2015/03/28/perempuan-patah-hati-yang-kembali-menemukan-cinta-melalui-mimpi-eka-kurniawan/