Sinarmas

Jalan Putus, Harga Barang Melonjak di Empat Desa kampar ini

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Warga di empat desa di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, selama dua bulan terakhir kesulitan untuk mendapat pasokan bahan pangan serta bahan bakar minyak.  Tingginya curah hujan menimbulkan tanah longsor pada akhir November 2015 di daerah tersebut yakni Desa Lubuk Bigau, Kebun Tinggi, Pangkalan Kapas dan Tanjung Permai di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar.

Tokoh pemuda Desa Lubuk Bigau, Ari Kaharmon, ketika dihubungi Antara dari Pekanbaru, Selasa menyontohkan, harga bensin premium di daerah itu kini mencapai Rp18 ribu per liter, jauh dari harga normal di SPBU yang mencapai Rp7.300 per liter.
    
"Harga beras juga jadi sangat mahal jadi Rp30 ribu per kilogram, padahal biasanya paling mahal sekitar Rp14 ribu per kilogram," keluhnya.
    
Pasokan bahan pangan dan kebutuhan lainnya di daerah tersebut kini hanya bisa dipasok dari Kabupaten Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, dengan harga yang lebih mahal karena jarak lebih jauh. "Jalan tembus dari desa ke Payakumbuh sebenarnya ada yang longsor juga di 2-3 titik, namun karena lebih sedikit yang longsor jadi masih bisa dilewati dengan kendaraan roda dua yang menggunakan keranjang," ujarnya.
    
Selain itu, ia mengatakan kerusakan pada satu-satunya infrastruktur jalan membuat harga karet yang jadi andalan warga setempat turun drastis. Warga kini kesulitan untuk menjual getah karet mereka.
    
"Harga karet turun drastis karena kami sulit menjual ke luar. Harganya sekarang Rp3.000 per kilogram, dari biasanya bisa mencapai Rp4.500 sampai Rp5.000 per kilogram," katanya.
    
Ia mengatakan masyarakat setempat sangat berharap Pemerintah Kabupaten Kampar serius memperhatikan nasib masyarakat yang tertimpa musibah. Menurut dia, pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terakhir kali memberikan bantuan pada Desember 2015 berupa 3,5 ton logistik untuk empat desa. Bantuan dikerahkan ke daerah itu menggunakan helikopter.
    
"Yang paling dibutuhkan masyarakat adalah pemerintah memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak tertimbun tanah longsor. Tolong jangan biarkan kami seperti ini terus, karena warga tak punya helikopter untuk melalui jalan longsor," kata Ari Kaharmon.