Pekanbaru, (Antarariau.com) - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau meminta kepada pihak terkait, supaya segera melengkapi fasilitas navigasi landasan "/>

Landasan Pacu Bandara 2.600 Meter Selesai, Dishub Riau: Lengkapi Navigasinya

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau meminta kepada pihak terkait, supaya segera melengkapi fasilitas navigasi landasan pacu dari 2.240 meter kini menjadi 2.600 meter di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II.
         
"Perpanjangan run way (ladasan pacu) jadi 2.600 meter di bandara Pekanbaru telah rampung pada tahun 2015. Tetapi untuk bisa difungsikan sesuai panjang landasan, harus ada peralatan navigasi," papar Kepala Dishub Provinsi Riau, Rahmad Rahim di Pekanbaru, Selasa.
         
Saat ini, lanjut dia, Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II terdapat di Pekanbaru atau ibu kota Provinsi Riau masih menggunakan peralatan navigasi untuk run way yang lama sepanjang 2.240 meter dengan lebar 45 meter.
         
Tidak kurang setiap hari bandara tersebut didarati atau lepas landas pesawat berbadan sempit baik jenis Boeing 737 seri atau Airbus A320 sekitar 70 sampai 78 kali baik domestik atau internasional dengan melayani penumpang di waktu normal 8.000 sampai 10 ribu orang.
         
Jumlah penerbangan itu terdiri delapan operator maskapai dometik dan empat operator internasional dengan menerbangani rute komersil seperti tujuan Batam, Tanjung Pinang, Medan, Jambi, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Kuala Lumpur, Malaka dan Singapura.
         
"Kami sudah minta hal tersebut pada Airnav Indonesia agar peralatan navigasi dengan run way 2.600 meter segera terpasang. Sebab, sepaya bandara ini bisa melayani pesawat dengan kapasitas lebih besar," jelas Rahmad.
         
Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia tahun lalu menyebut, pihaknya akan memasang sistem pendaratan instrumen di 13 bandara termasuk Sultan Syarif Kasim II pada 2016.
         
Direktur Utama LPPNPI Bambang Tjahjono tahun lalu mengatakan, lima bandara yang dipasang ILS yakni Bandara Sultan Thaha di Jambi, Bandara Raden Inten II di Lampung, Bandara Saumlaki di Saumlaki, Bandara Samarinda Baru di Samarinda dan Bandara Langgur di Langgur.
         
Kata dia, delapan bandara melakukan pergantian ILS seperti Bandara Adi Sumarmo di Solo, Bandara Sepinggan di Balikpapan, Bandara Frans Kasiepo di Biak, Bandara El Tari di Kupang, Bandara Sultan SK II di Pekanbaru, Bandara Sultan MB II di Palembang, Bandara Soekarno Hatta di Jakarta dan Bandara Supadio di Pontianak.
         
"Airnav juga melakukan perbaikan ILS di 16 bandara, sedangkan untuk pemasangan ILS di 13 bandara. AirNav telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp169 miliar," katanya.