Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT Pertamina (Pesero) Pemasaran Wilayah Sumbar-Riau menyatakan tidak akan menambah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar "/>

Sudah Terlalu Banyak, Pertamina Tak Tambah SPBU di Pekanbaru

Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT Pertamina (Pesero) Pemasaran Wilayah Sumbar-Riau menyatakan tidak akan menambah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau karena sudah terlalu banyak.
         
"Saat ini terdapat 49 SPBU di Pekanbaru dari total 147 SPBU di Riau. Jumlah itu kita nilai sudah terlalu padat, meski jumlah kendaraan nantinya terus bertambah," papar Kepala Pertamina Pemasaran Wilayah Sumbar-Riau, Ardyan Adhitia di Pekanbaru, Rabu.
         
Dalam dua tahun terkahir, Ardyan mengaku, pihaknya telah menyetujui pembangunan SPBU baru di Pekanbaru dengan jumlah sekitar 10 sampai 11 unit SPBU untuk salurkan bahan bakar minyak baik jenis pertamax plus, premium dan solar bersubsidi.
         
Kini penyaluran bahan bakar minyak pada 147 unit SPBU di Riau jenis premium sekitar 2.700 kiloliter per hari, solar bersubsidi sebesar 2.800 kiloliter dalam satu hari, pertamax plus sekitar 54 kiloliter per hari dan BBM varian baru pertalite kandungan oktan 90 sekitar 53 kiloliter per hari.
         
"Kalau di Pekanbaru, sudah terlalu "crowded" (sesak) dan kalau pun terdapat pembangunan SPBU baru tersebut, mungkin arahnya ke pinggir setelah pengembangan kota terjadi," jelasnya.
         
Selain itu, lanjut Ardyan, pihaknya berencana tahun 2016 akan melakukan penambahan jumlah SPBU dari saat ini berjumlah 147 unit bekerjasama dengan mitra usaha.
         
"Kita sudah tunjuk beberapa daerah di Riau untuk lokasi SPBU. Tapi tergantung pengusaha bersama mitra. Bisa jadi setelah kita tunjuk, belum tentu mitranya mau bangun di sana," jelas dia.
         
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I menyatakan persediaan bahan bakar minyak di Sumatera Bagian Utara terus membaik setelah sempat terkendala dan untuk mendukung pelayanan konsumen mengerahkan tambahan 117 unit mobil tangki demi percepat distribusi.
         
"Masing-masing 15 unit di Provinsi Aceh, 38 unit di Sumatera Utara, 30 unit di Riau, 20 unit di Sumatera Barat dan 14 unit di Kepulauan Riau," kata Area Manager Communication & Relation PT Pertamina Sumbagut, Fitri Erika.
         
Dalam situasi normal, ujarnya, mobil tangki beroperasi menyuplai pasokan bahan bakar minyak sebanyak 828 unit atau bisa menampung 14.400 kiloliter.
         
Penambahan 117 unit armada mobil tangki tersebut, mampu menampung bahan bakar minyak dengan kapasitas 1.788 kiloliter.
         
Dengan begitu, ia mengatakan, sudah tentu membuat pendistribusian bahan bakar minyak ke berbagai titik suplai menjadi lebih efektif. Sementara waktu, pendistribusian berlangsung selama 24 jam karena terminal BBM juga beroperasi penuh.
         
"Hingga hari ini (13/1), Pertamina terus melakukan penguatan stok. Jumlah BBM digelontorkan setiap harinya bahkan sudah lebih dari 50 persen dibanding penyaluran pada hari normal. Hal ini dilakukan untuk menetralisir situasi pascapeningkatan konsumsi," ujarnya.
 
 

loading...