Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru memperketat pejagaan terutama "/>

Dampak Bom Thamrin, Bandara SSK II Pekanbaru juga Perketat Penjagaan

Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru memperketat pejagaan terutama di sejumlah wilayah setempat menyusul ledakan bom terjadi di Jalan Thamrin, Jakarta.
         
"Tadi sekitar jam 9.00 WIB kita melakukan tindak lanjut terkait ekskalasi bom di pusat kemarin dalam status siaga satu. Jadi kita tingkatkan pengawasan dan pengamanan di bandara," papar Kepala Divisi Pelayanan dan Operasi Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Hasturman Yunus di Pekanbaru, Jumat.
         
Meski demikian, dia mengklaim, pengawasan dan pengamanan di wilayah bandara setempat sudah dilakukan selama satu bulan lalu sesuai dengan intruksi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk siaga kuning terkait ancaman terorisme.
         
Tidak kurang dari 70 orang terdiri dari personel Pangkalan Udara atau Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru dan Polsek Bukit Raya Pekanbaru untuk memperketat pemeriksaan barang bawaan penumpang di jalan masuk Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II.
         
Terkait barang kargo bandara, Hasturman jelaskan, secara random akan diperiksa oleh seekor anjing pelacak secara bergantian dengan terminal domestik. Hal tersebut dilakukan dengan pentugas dilengkapi senjata api baik laras panjang maupun pendek.
         
"Ini kita lakukan sebagai antisipisasi dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Karena kita tidak ingin jangan sampai kecolongan," katanya.
         
Dia menjelaskan, setiap kendaraan bermotor baik roda empat dan roda dua yang masuk ke menuju gerbang bandara setempat langsung dihentikan petugas baik avsec, TNI AU dan kepolisian setempat.
         
Para petugas akan memeriksa seluruh barang bawaan dan kendaraan yang melewati kawasan tersebut. "Kita tidak secara sporandis, tetapi hanya acak saja barang-barang bawaan penumpang pesawat," terangnya.  
    
"Tadi Pak GM (General Manager Jaya Tahoma Sirait) mengatakan, ini kemungkinan untuk sepekan pertama dulu. Tentu nanti akan dievaluasi secara nasional. Kita tentu akan menindaklanjuti saja," beber dia.  
    
Sehari sebelumnya, di kawasan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta terjadi beberapa kali ledakan bom dan baku tembak antara petugas kepolisian dan kelompok terduga teroris.
         
Dalam aksi tersebut tujuh orang tewas terdiri dari lima orang terduga teroris dan dua orang warga sipil. Tercatat 20 orang jadi korban dengan perincian enam anggota polisi, 11 warga sipil dan tiga warga negara asing.
 
 

loading...