Pekanbaru, (Antarariau.com) - Otoritas Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru mengaku penumpang pesawat tidak takut dengan teror "/>

Penumpang Pekanbaru Tujuan Jakarta Tak Terpengaruh Teror Bom

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Otoritas Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru mengaku penumpang pesawat tidak takut dengan teror karena terbukti hari ini penerbangan rute Pekanbaru-Jakarta tetap ramai, menyusul ledakan bom terjadi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta.
         
"Yang kami pantau biasa. Karena secara umum calon penumpang telah beli tiket dua atau tiga hari sebelum berangkatan. Ini kejadian baru terjadi kemarin," terang Kepala Divisi Pelayanan dan Operasi Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Hasturman Yunus di Pekanbaru, Jumat.
         
Sehari sebelumnya, peristiwa ledakan bom terjadi di Pusat Perbelanjaan Kawasan Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1), menewaskan tujuh orang terdiri lima pelaku dan dua warga sipil.
         
Dalam aksi tersebut tercatat jumlah 20 orang menjadi korban baik luka ringan dan berat dengan perincian enam anggota polisi, 11 warga sipil dan tiga warga negara asing.
         
Dari kemarin pascakejadian, lanjut Hasturman, pihaknya memantau penumpang tidak berkurang atau masih normal sekitar 7.000 sampai 8.000 orang baik pergi atau tiba di Pekanbaru terutama rute ibu kota negara, Jakarta.
         
Tidak kurang setiap hari bandara tersebut didarati atau lepas landas pesawat berbadan sempit baik jenis Boeing 737 seri atau Airbus A320 sekitar 70 sampai 78 kali baik domestik atau internasional dengan melayani penumpang di waktu normal 8.000 sampai 10 ribu orang.
         
Jumlah penerbangan itu terdiri delapan operator maskapai dometik dan empat operator internasional dengan menerbangani rute komersil seperti tujuan Batam, Tanjung Pinang, Medan, Jambi, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Kuala Lumpur, Malaka dan Singapura.
         
"Secara langsung, tidak kelihatan. Bisa dibilang masih normal jumlah penumpang menuju atau dari Jakarta,"
    
Sales Manager Citilink Pekanbaru, Ridwan mengaku, maskapai tersebut memiliki penerbangan pada pukul 13.05 Wib dan 20.10 Wib untuk rute domestik Pekanbaru-Jakarat.
         
"Hingga saat ini belum atau tidak ada dampak. Kami belum menerima laporan penumpang yang batalkan terbang ke Jakarta karena ledakan bom kemarin," katanya.
         
Pihaknya menilai, saat ini masyarakat sudah semakin cerdas sehingga tidak gampang terhasut apalagi panik terhadap teror-teror yang terjadi.  
    
"Warga sudah mulai cerdas. Mereka tidak mau ditakuti atau teror. Kami mengutuk tindakan para teroris yang telah melakukan peledakan dan telah merenggut korban jiwa," tegas dia.