Sungai Kampar Meluap Akibatkan Lima Kecamatan Terendam Banjir, Berikut Rinciannya

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau menyatakan ribuan rumah di Kabupaten Kampar tergenang banjir akibat meluapnya Sungai Kampar melanda lima kecamatan.
        
"Karena pembukaan pintu Waduk PLTA Koto Panjang, bencana banjir terjadi pada Jumat malam, 15 Januari pukul 23.00 WIB di sepanjang daerah aliran Sungai Kampar," kata Kepala BPBD Provinsi Riau, Edward Sanger kepada wartawan di Pekanbaru, Sabtu.

Lokasi banjir antara lain di Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, menggenangi 30 rumah, dan Desa Pulau Lawan di Kecamatan Bangkinang ada 50 rumah.
        
Kemudian di Kecamatan Kampar banjir terjadi di Desa Simpang Kubu menggenangi 200 rumah, Desa Batu Belah ada 273 rumah, Desa Tanjung Rambutan ada 128 rumah, Desa Penyasawan 220 rumah, dan Desa Pulau Sarak sebanyak 50 rumah.
        
Sementara itu, Kecamatan Kampar Utara banjir terjadi di Desa Kampung Panjang ada 305 rumah, Desa Sendayan 137 rumah, Desa Sawah ada 360 rumah, dan Desa Sei Jalau ada 86 rumah.
        
Selain itu, banjir juga menggenangi Kecamatan Rumbio Jaya di Desa Alam Panjang ada 160 rumah, Desa Pulau.Payung 200 rumah, Desa Teratak 50 rumah, serta Desa Sei Petai ada 50 rumah.
        
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sugarin, mengatakan curah hujan masih cukup tinggi dengan intensitas ringan hingga sedang. "Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai dengan petir dan angin kencang terjadi di sebagian besar wilayah Riau pada pagi, siang atau sore dan malam hari," kata Sugarin.
        
Menurut dia, potensi hujan akan tinggi hingga akhir bulan Januari, sedangkan pada Februari di Riau diprediksi akan mengalami kondisi kering.
        
"Hujan akan banyak sampai akhir Januari, setelah itu akan kering terutama di daerah pesisir Riau," katanya.