Jakarta (Antarariau.com) - Anak panda raksasa berusia hampir lima bulan tampil pertama kalinya di Smithsonian National Zoo di "/>

Bei-Bei si Anak Panda Raksasa Tampil Untuk Pertamakalinya Di National Zoo

Jakarta (Antarariau.com) - Anak panda raksasa berusia hampir lima bulan tampil pertama kalinya di Smithsonian National Zoo di Washington, Sabtu, dimana dia menghabiskan sebagian besar waktu untuk tidur saat dikunjungi lusinan turis yang ingin melihatnya. 

Bei Bei dilahirkan Mei Xiang, peliharaan kebun binatang itu, pada 22 Agustus. Kandang panda itu ditutup untuk umum sejak Bei Bei lahir agar ibu dan anak itu dapat menjalin kedekatan, kata pihak kebun binatang. 

Laurie Thompson, biologis panda dari kebun binatang, membawa Bei Bei dari kandang kecil ke tempat lebih lapang di Panda House yang dipenuhi bambu dan mainan, Sabtu, agar bisa dilihat publik. 

Interaksi dimana Bei Bei yang mengantuk bergulung seperti bola di permukaan saat dibawa ke tempat pameran, dapat dilihat di video yang diunggah di media sosial. 

Di video itu terlihat ratusan pengunjung, sebagian berkostum panda, antre di luar kebun binatang untuk melihat Bei Bei. Terdengar teriakan dan jeritan penuh semangat saat pintu dibuka pukul 9 pagi waktu setempat. Pengunjung dapat melihat-lihat hingga pukul 4 sore, kata kebun binatang dalam pernyataan. 

"Durasi kunjungan untuk melihat Bei Bei setiap harinya tergantung dari perilakunya," kata kebun binatang.
Bei Bei di kandang dapat dilihat lewat Giant Panda Cam online milik kebun binatang.
 
Bei Bei memiliki berat 5,7 kg, naik 140 gram dibandingkan tiga bulan lalu, kata kebun binatang pada November lalu. Dia lebih besar dari kedua kakaknya, Bao Bao dan Tai Shan, saat seumurnya. 

Bayi kedua yang lahir setelah Bei Bei mati tak lama setelah dilahirkan. Mereka adalah anak dari Tian Tian, panda raksasa jantan di kebun binatang, melalui inseminasi artifisial. 

Panda raksasa adalah binatang khas Tiongkok dan memiliki tingkat reproduksi rendah, apalagi yang dipelihara. Ada sekitar 300 panda raksasa yang dipelihara dan 1.600 di alam liar, demikian Reuters. ujarnya.