Sanksi Embargo Resmi Dicabut, Iran Bebaskan 5 Warga Amerika Serikat

Wina/Washington (Antarariau.com) - Iran terbebas dari bertahun-tahun isolasi ekonomi, Sabtu waktu setempat, ketika negara-negara besar mencabut sanksi ekonomi kepada Republik Islam Iran sebagai imbalan atas kepatuhan Iran kepada perjanjian internasional yang mengendalikan ambisi nuklirnya.

Berbarengan dengan dicabutnya sanksi ekonomi itu, Iran mengumumkan pembebasan lima warga Amerika Serikat, termasuk wartawan Washington Post Jason Rezaian, sebagai bagian dari pertukaran tawanan dengan AS.

Pencabutan sanksi dan pertukaran tawanan itu dengan cepat mengurangi atmosfer permusuhan antara Tehran dan Washington yang makin memanaskan Timur Tengah sejak Revolusi Islam Iran pada 1979.

Puluhan miliar dolar AS asset-asset Iran yang sebelumnya dibekukan kini dicairkan kembali, sedangkan perusahaan-perusahaan global yang selama bertahun-tahun dilarang menjalin bisnis dengan Iran berkesempatan mengeksploitasi pasar ekonomi Iran yang haus akan segala hal, dari otomotif sampai dengan suku cadang pesawat.

Badan Energi Atom PBB (IAEA) Sabtu waktu setempat mengumumkan bahwa Iran telah mematuhi kesepakatan nuklir dengan enam negara besar tahun lalu menyangkut program nuklirnya, sehingga memicu kepada penghentian sanksi kepada negeri itu.

"Iran telah menempuh semua persyaratkan yang ditetapkan di bahwa kesepakatan Juli untuk menerapkan Hari Implementasi (kesepakatan itu)," kata IAEA.

Dalam hitungan menit, AS secara resmi mencabut sanksi perbankan, baja, pengapalan dan sanksi-sanksi lainnya kepada Iran yang adalah produsen minyak yang besar yang selama lima tahun akhir dihalangi masuk ke pasar internasional.

Uni Eropa juga memulai proses pencabutan sanksi dan Menteri Transportasi Iran mengarakan Tehran berencana membeli 114 pesawat sipil dari Airbus.

Akhir sanksi membuat semakin banyak uang dan prestise kepada Iran yang mayoritas Syiah dan belakangan terlibat sangat dalam pada konflik sektarian di Timur Tengah, khususnya dalam Perang Suriah di mana sekutu-sekutunya menghadapi pemberontak muslim Sunni.

Ini juga kemenangan Presiden Iran Hassan Rouhani, seorang ulama pragmatis yang terpilih pada Pemilu 2013 yang menang setelah menjanjikan akan mengurangi isolasi internasional kepada Iran, demikian Reuters.

loading...