Pekanbaru, (Antarariau.com) - Maskapai penerbangan Sriwijaya Air mengubah "slot time" atau waktu kedatangan dan keberangkatan di Bandara Internasional "/>

Sriwijaya Ubah Slot Time di Pekanbaru, Terbang Pagi ke Jakarta

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Maskapai penerbangan Sriwijaya Air mengubah "slot time" atau waktu kedatangan dan keberangkatan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru yang rencananya mulai diterapkan pada akhir bulan Januari tahun 2016.
         
"Mulai 26 Januari tahun ini, kita akan terbangi Jakarta di pagi hari, setelah sehari sebelumnya pesawat Sriwijaya tiba pada malam hari," papar District Maneger Sriwijaya Air Pekanbaru, Darwis Monteski di Pekanbaru.
         
Kebijakan mengubah slot time, kata dia, setelah pihaknya mendapat restu dari otoritas bandara asal yakni Bandara Internasional Seokarno-Hatta, Cengkareng dan persetujuan dari bandara tujuan yakni Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.
         
Pesawat tersebut akan mendarat di Pekanbaru pada malam hari setelah menempuh perjalanan 1 jam 30 menit dari Cengkareng, Provinsi Banten dan melakukan rest over night atau menginap, baru kemudian di pagi hari tepat pukul 6.15 Wib bertolak ke Jakarta.
         
Sriwijaya Air tetap mengoperasikan armada pesawat narrow body atau berbadan sempit jenis Boeing 737-800NG dengan kapasitas 176 kursi penumpang dan terbang lebih awal dari Pekanbaru.
         
"Waktu ini, kami pikir sangat cocok bagi para penumpang di provinsi ini yang butuh penerbangan pagi hari ke Jakarta. Penerbangan ini, akan kami layani dalam satu kali setiap hari," ucapnya.
         
Darwis mengatakan, pada tahun lalu pihaknya tidak bisa melaksanakan penerbangan rute Jakarta-Pekanbaru pergi pulang dalam beberapa bulan, setelah putuskan kembali menerbangi tercatat pada 10 Juli 2015 dengan berbagai alasan dan fakta.
         
Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera terjadi selama tiga bulan dan menimbulkan kabut asap kiriman bagi wilayah Pekanbaru menjadi salah satu fakta dua bulan terutama Oktober serta November yang sangat membahayakan penerbangan karena jarak pandang bandara setempat berkurang.
         
"Penerbangan pada pagi hari, dinilai berpotensi. Kita targetkan tingkat load factor (tingkat isian) berada di level 80 persen tahun ini. Namun pada triwulan pertama tahun 2015, kondisinya masih sepi," ucapnya.
         
General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Jaya Tahoma Sirait mengatakan bahwa maskapai terus membuka rute baru atau bersaing dengan rute-rute yang ramai diterbangi pesawat.
         
Tidak kurang setiap hari bandara tersebut didarati atau lepas landas pesawat berbadan sempit baik jenis Boeing 737 seri atau Airbus A320 sekitar 70 sampai 78 kali baik domestik atau internasional dengan melayani penumpang di waktu normal 8.000 sampai 10 ribu orang.
         
Jumlah penerbangan itu terdiri delapan operator maskapai dometik dan empat operator internasional dengan menerbangani rute komersil seperti tujuan Batam, Tanjung Pinang, Medan, Jambi, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Kuala Lumpur, Malaka dan Singapura.
         
"Tahun lalu, tercatat ada sejumlah rute baru dibuka maskapai di Pekanbaru. Hal ini tentunya akan menguntungkan penumpang, sehingga setiap maskapai bersaing untuk tingkatkan pelayanan," katanya.
 
 

loading...