Pekanbaru, (Antarariau.com) - Operasi Pasar beras yang digelar Badan Urusan Logistik Riau di Kota Pekanbaru, pada hari pertama "/>
Sinarmas

Operasi Pasar Beras Bulog, 11 Ton habis di Pekanbaru

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Operasi Pasar beras yang digelar Badan Urusan Logistik Riau di Kota Pekanbaru, pada hari pertama pelaksanaan menghabiskan 11 ton.
        
"Animo masyarakat sangat tinggi hari pertama kami buka dua sistem, lewat mobil dan melalui kounter di kantor Bulog jalan Cut Nyak dien," ungkap Kabid Pelayanan Publik Bulog Divre Riau, Tommy Despalingga, Senin.
        
Tommy menyebutkan, OP yang digelar Bulog ini sudah mulai dilakukan sejak pagi Senin 08.00 WIB hingga siang, sesuai dengan animo masyarakat.
        
Maka pihaknya sudah melakukan penambahan penyaluran beras dari rencana semua hanya 5 ton menjadi 11 ton.
        
Tommy merinci sebanyak 7 ton disalurkan lewat mobil Bulog dengan mendatangi lima pasar tradisional. Lalu mendistribusikannya kepada pedagang eceran.
        
Kemudian pihaknya juga membuka penjualan di depan kantor Bulog Riau.
        
"Disini kami sudah menambah penjualan, pertama hanya 2 ton, masih pagi sudah habis kami menambah lagi 2 ton lagi menjelang siang, karena masih banyak permintaan," bebernya.
        
Lebih jauh ia menerangkan beras yang dijual pada OP ini jauh lebih murah dari harga pasar bagi jenis beras dengan kualitas yang sama.
        
Jenis beras ini tergolong kualitas medium dengan patahan 15 persen.
        
"Kami menjual beras diharga Rp8.400/kg," tuturnya.
        
Sementara untuk kualitas yang sama beras yang di OP kan di pasaran bisa mencapai Rp11.000/kg.
        
Sekedar informasi, Bulog melakukan OP beras sebanyak 11.000 ton saat ini, untuk menetralisir harga beras yang mulai alami kenaikan di Provinsi Riau.
        
Kenaikan harga beras ini diperkirakan, adanya ulah spekulan yang mencoba menfaatkan isu lingkungan seperti Elnino, kemarau panjang yang akan melanda Indonesia Februari, lalu mundurnya musim tanam.
        
OP beras ini juga dilakukan untuk menekan inflasi di Riau.