PTPNV

Perpanjang Sewa Trans Metro Pekanbaru, Pemko Buka Lelang Pengadaan Sarana

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Pemerintah Kota Pekanbaru mulai membuka lelang pengadaan bagi Sarana Angkutan Umum Masal Trans Metro Pekanbaru (TMP) guna memperpanjang kontrak sewa bus untuk satu tahun ke depan.
        
"Kami sudah serahkan prosesnya ke ULP (Unit Layanan Pengadaan) dan sudah mulai," kata Dirut Perusahaan Daerah Pembangunan Kota Pekanbaru Heri Susanto, di Pekanbaru, Selasa.
        
Pihaknya dalam aturan baru sudah ditugaskan oleh Dishubkomimfo sebagai operator SAUM  bus TMP.
        
Selanjutnya, katanya, mengingat sistem pengadaan layanan SAUM itu sewa tahunan, dan berakhir Januari 2016, maka pihaknya wajib melakukan perpanjangan dengan pengadaan lelang.
        
"Secepatnya  akan dilelang pada  Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sehingga Februari 2016 sudah langsung teken kontrak," katanya.
        
Heri mengatakan sistem pengadaan itu tetap sesuai aturan yakni terbuka untuk siapa saja yang memenuhi klasifikasi.
        
Ia mengatakan tidak ada jaminan perusahaan sebelumnya akan jadi pemenang kembali.
        
"Karena sistem LPSE terbuka, kami tidak bisa membatasi peserta," katanya.
        
Pihaknya sudah menyerahkan semua mekanisme pelelangan bus TMP itu kepada ULP.
        
Apapun hasilnya, ia berharap, secepatnya bisa diperoleh pemenangnya mengingat awal Februari tinggal dua pekan lagi.
        
Pada tempat yang sama, Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengakui kontrak penyewaan TMP akan berakhir pada 31 Januari 2016 sehingga  pihaknya sudah memutuskan akan melanjutkannya.
        
Ia mengatakan sesuai aturan, proses perpanjangan kontrak harus dilakukan dengan cara tender atau lelang.
        
"Kita untuk perpanjangan TMP dalam bulan ini akan melakukan tender lelang," katanya.
        
Firdaus mengatakan 75 unit TMP yang ada saat ini memang di operasikan dengan sistem sewa untuk menghemat biaya perawatan bus.
         
Kalau pemerintah kota membeli bus TMP dengan  sistem pengadaan aset, katanya, hal itu perlu biaya besar, belum lagi perlu biaya besar untuk perawatan.
        
Ia mengatakan biaya yang besar itu bisa ditekan setelah pemkot memberlakukan sistem sewa.
       
"Tahun ini pemkot masih akan menerapkan pola lama, yakni sistem sewa," katanya.
         
Nilai tender proyek sewa 75 bus TMP diperkirakan Rp19 miliar setahun.