Pemkab Inhil Komitmen Pertahankan Kelestarian Hutan Mangrove

Tembilahan, (Antarariau.com) - Pemkab Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau berkomitmen untuk tetap menjaga serta mempertahankan kelestarian hutan mangrove alami yang ada di daerah itu guna menjaga ekosistem lingkungan dan keragaman hayati.
    
"Hutan magrove ini tumbuh alami sejak 20 hingga 30 tahun lalu, dan kedepan hal itu harus tetap dilestarikan," kata Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan di Tembilahan, Selasa.
    
Wardan mengatakan meski tanpa pembibitan, hutan mangrove ini telah ada dan jika terus dikembangkan tentu hasilnya akan jauh lebih baik dari yang terlihat saat ini.
    
"Keberadaan hutan ini tentu sangat memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat dijadikan sebagai wahana wisata," ujarnya.
    
Menurut dia hutan alami mangrove ini memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin mencari lokasi rekreasi alami.
    
"Selain itu di daerah ini juga terdapat banyak jenis makanan laut seperi udang dan ketam yang dengan mudah dapat ditangkap secara alami oleh penduduk tempatan," paparnya.
    
Oleh sebab itu,lanjutnya, kelestarian hutan ini harus tetap terjaga dan untuk mewujudkan itu tentu semuanya merupakan tanggungjawab bersama baik dari pemerintah maupun masyarakat.
    
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Inhil Wiryadi mengatakan di Indonesia terdapat sekitar 79 jenis mangrove dan 60 diantaranya tumbuh dan berkembang di Inhil.
    
"60 spesies mangrove itu terdapat di Pulau Cawan, Kurau dan Pulau Terubuk," katanya.
    
Disamping itu dia juga menjelaskan bahwa di Kabupaten Inhil, khususnya di Pulau Cawan ini banyak terdapat jenis burung bangau dan biota laut lainnya.
    
"Masyarakat sekitar mampu memperoleh sekitar 2 kg udang dalam masa 1 kali air pasang, dan jika dijual masyarakat mampu sedikitnya menghasilkan uang Rp90 ribu," ucapnya.
    
Dia mengatakan pengembangan daearah ini merupakan harapan dari pemkab Inhil dan masyarakat. Oleh sebab itu Pemkab setempat telah mengikuti berbagai pelatihan yang berguna menambah wawasan dalam upaya pengembangan potensi mangrove ini.
    
"Semoga dengan demikian, taraf ekonomi masyarakat dapat meningkat," katanya.(ADV)

loading...