Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT. Perkebunan Nusantara - V dan Universitas  Riau menggelar kerja sama pengembangan potensi limbah padat "/>
Angkasa Pura II

PTPN V dan UNRI Kerjasama Kembangkan Potensi Limbah Sawit

Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT. Perkebunan Nusantara - V dan Universitas  Riau menggelar kerja sama pengembangan potensi limbah padat (biomass) dan limbah cair (pome) Pabrik Kelapa Sawit (PKS)  menjadi energi terbarukan.
        
"Setelah membangun satu Pabrik Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di PKS Tandun Kabupaten Kampar, perusahaan berencana akan membangun pembangkit serupa di seluruh wilayah kerja," ungkap  Direktur Utama PTPN-V, Amal Bakti Pulungan, di Pekanbaru, Selasa, usai penandatangan nota kesepahaman antara PTPN-V dengan Universitas Riau, Rabu (13/01) lalu.
        
Amal Bakti Pulungan, menjelaskan  PTPN-V saat ini sangat  serius untuk mengembangkan potensi limbah padat dan limbah cairnya guna menghasilkan energi yang bisa berguna bagi perusahaan dan masyarakat sekitar.
        
Karena itu untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya telah menggandeng Universitas Riau untuk bekerjasama dalam pengembangan limbah padat dan cair PKS.
        
"Ada dua nota kesepahaman yang ditandatangani,  pertama bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) teknologi dan kemitra usahaan, kedua terkait pengembangan limbah padat dan cair PKS menjadi energi terbarukan," bebernya.
        
Amal Bakti Pulungan juga menganalisa PTPN-V saat ini memiliki potensi yang cukup besar dibidang limbah padat dan limbah cairnya.
        
"Perusahaan mengelola kurang lebih 78 ribu hektare areal tanaman kelapa sawit yang tersebar di lima daerah tingkat II di Provinsi Riau," sebut Amal.
        
Dalam prosesnya, lanjut dia, budidaya perkebunan tersebut menghasilkan residu baik dalam bentuk padat ataupun cair dalam jumlah yang signifikan pula.
        
Seterusnya dengan perkembangan teknologi, residu atau limbah sawit tersebut ternyata berpotensi untuk menjadi sumber energi terbarukan seperti energi listrik.
        
"Contohnya saat ini PTPN-V telah memiliki satu Pembangkit Listrik Tenaga Biogas yang dibangun dengan sistem BOT dengan PT KME di PKS Tandun," tuturnya.
        
Selain itu pihaknya juga telah merencanakan pembangunan pembangkit lainnya dengan skema BOT di PKS Sei Pagar, Sei Galuh dan Sei Garo.
        
"Tapi untuk pembangunan pembangkit serupa di Sei Intan, perusahaan berencana akan membangun sendiri. Untuk itu tentu kami membutuhkan bantuan dari berbagai pihak termasuk dari para peneliti dan akademisi seperti di UR," bebernya lagi.
        
Untuk itu, Amal menambahkan, pihaknya memiliki harapan besar atas nota kesepahaman yang ditaja.
        
Apalagi daya saing industri perkebunan saat ini menekankan kepada efisiensi. Ditambah isu-isu lingkungan mengemuka.
        
"Maka harapan kami, dengan didukung kemampuan kedua belah pihak dalam mengembangkan fungsi masing-masing, baik dalam Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Alam, Teknologi dan kemitrausahaan, akan lahir inovasi-inovas baru yang akan memberi manfaat bagi kelangsungan usaha serta nilai tambah bagi PTPN-V," tukasnya.
        
Rektor UR Prof. Aras Mulyadi, menyambut baik penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan kedua belah pihak.
        
"Kami merasa senang dan bangga. memang sebenarnya kerjasama antara UR dengan PTPN-V ini sudah terjalin selama di berbagai bidang. Namun belum maksimal. Semoga dengan penandatangan ini semoga dapat memperlancar," ucap Aras.
 
 

loading...