Pekanbaru, (Antarariau.com) - Penerbangan Batam-Pekanbaru pergi pulang dua kali dalam sepekan merupakan rute perintis baru yang akan dilayani "/>

Sepi Penumpang Pekanbaru-Pasir Pengaraian, Susi Air Menggantinya dengan Rute Pekanbaru-Batam

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Penerbangan Batam-Pekanbaru pergi pulang dua kali dalam sepekan merupakan rute perintis baru yang akan dilayani oleh maskapai Susi Air dengan mengoperasikan pesawat kecil tipe Casa C-212 seri 200 berkapasitas sekitar 28 kursi.
         
"Batam-Pekanbaru merupakan rute baru, pengganti Pekanbaru-Pasir Pangaraian pergi pulang satu kali sepekan di tahun 2015 karena sepi penumpang," papar Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Eddy Sukiatnadi, di Pekanbaru, Selasa.
         
Dengan dialihkankannya rute perintis itu, jelas Eddy, maka diharapkan mendapat respon positif dari pengguna tranportasi udara karena selama ini warga kedua daerah baik Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau atau Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau harus lewat Pekanbaru.
         
Pertumbuhan ekonomi antar dua daerah tersebut cukup potensial untuk terus dikembangkan karena Rokan Hulu terkenal kebun kelapa sawit, kebun karet, penghasil minyak dan gas bumi serta Batam dan sekitarnya terkenal sebagai wilayah kepulauan dengan hasil laut.
         
Beberapa daerah di Kepulauan Riau masih mempunyai kedekatan sejarah dengan Riau dari faktor kesukuan sebagai wilayah daratan karena dahulunya satu provinsi, sehingga otomatis masih erat hubungan antar dua daerah.
         
"Kita harapkan pada warga setempat bisa manfaatkan rute perintis ini, supaya program pemerintah beri subsidi untuk transportasi udara tidak sia-sia," katanya.
         
Pada tahun 2015, provinsi tersebut dapatkan empat rute penerbangan perintis seperti Pekanbaru-Dabo Singkep tiga kali sepekan, Pekanbaru-Tanjung Balai Karimun dua kali sepekan, Pekanbaru-Pasir Pangaraian dan Pekanbaru-Tembilahan masing-masing satu kali sepekan.
         
Di tahun 2014, Riau dapatkan empat rute perintis masing-masing dengan frekuensi terbang satu kali dalam sepekan yakni rute Pekanbaru-Dabo Singkep, Pekanbaru-Tanjung Balai Karimun, Pekanbaru-Pasir Pangaraian dan Pekanbaru-Rengat.
         
"Harapan kami adalah jika sudah ramai penumpang perintis di setiap kali penerbangan, maka nanti akan dilayani oleh maskapai komersial pada semua rute," ucap Eddy.
         
Sehari sebelumnya dari Batam dilaporkan, maskapai Susi Air secara resmi membuka dua penerbangan perintis dari Bandara Internasional Hang Nadim menuju Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau dan Rokan Hulu, Provinsi Riau.
         
"Hari ini Susi Air resmi mulai terbang dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam ke Dabo Lingga, Provinsi Kepri dan Bandara Tuanku Tambusai, Pasir Pangaraian," kata Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim, Suwarso.
         
Ia mengatakan penerbangan dengan menggunakan pesawat Casa C-212 seri 200 tersebut dilayani masing-masing setiap Senin dan Jumat.
         
Pesawat tipe C-212 seri 200 adalah pesawat terbang bermesin baling-baling ganda dengan maksimal mampu mengangkut 28 penumpang dalam konfigurasi satu kelas.
         
"Dua kali dalam sepekan untuk masing-masing tujuan itu. Sebenarnya rencana pembukaan penerbangan perintis ini sudah lama direncanakan, namun baru terealisasi hari ini," kata dia.