Pekanbaru, (Antarariau.com) - Jajaran Kepolisian Daerah Riau memantau sejumlah wilayah di daerah tersebut yang dianggap sangat rawan terjadi "/>

Polda Riau Lakukan Pemetaan Karhutla, 4 Kabupaten ini Termasuk Rawan

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Jajaran Kepolisian Daerah Riau memantau sejumlah wilayah di daerah tersebut yang dianggap sangat rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan pada tahun 2016.

"Pada 2015 kita telah bekerjasama dengan BPBD untuk memetakan daerah yang dianggap rawan. Hasilnya ada beberapa kabupaten yang rawan terjadi kebakaran lahan pada tahun ini seperti Bengkalis, Pelalawan, Meranti dan Indragiri Hulu," jelas Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan kepada Antara usai penyelenggaraan acara Sosialisasi Kebakaran Lahan dan Hutan Riau 2016 di Pekanbaru, Rabu.

Brigjen Pol Dolly mengatakan pemetaan itu dilakukan di wilayah bekas kebakaran lahan yang terjadi sepanjang 2015 lalu. Hasilnya, dia mengklaim pihaknya memiliki informasi secara persis setiap daerah di empat kabupaten tersebut yang dianggap sangat rawan akan kebakaran lahan dan hutan.

"Kita punya informasi secara rinci mulai dari koordinat, pemilik lahan, RT, RW, Dusun dan Desa mana yang rawan terjadi kebakaran lahan sehingga kedepan bisa diantisipasi," jelasnya.

Dia menjelaskan daerah yang dianggap sangat rawan itu tidak hanya terdiri dari kontur tanah gambut, melainkan juga tanah mineral yang pada musim panas akan sangat mudah terbakar.

Lebih jauh, Dolly mengatakan bahwasannya dari pemetaan yang dilakukan sejak 1 Juni hingga Oktober 2015 itu ditemukan 2.077 titik panas dimana 1.266 titik berada di lahan masyarakat. 
"Selanjutnya 566 titik lahan perusahaan dan 166 lainnya lahan hutan," jelasnya.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa jajarannya tidak hanya fokus pada empat kabupaten tersebut melainkan terus memantau setiap daerah yang berpotensi terjadi kebakaran lahan.

Pada acara yang diikuti oleh 150 perusahaan yang bergerak dibidang hutan tanaman industri dan perkebunan tersebut, dia mengatakan bahwa pada 2015 lalu terdapat 18 perusahaan yang disidik oleh Ditreskrimsus Polda Riau terkait kebakaran lahan dan hutan.

Untuk itu, pada tahun ini, dia menegaskan agar seluruh perusahaan tidak lalai menjaga lahannya agar tidak menimbulkan bencana kebakaran. Menurutnya, pihaknya akan melakukan audit ke setiap perusahaan agar memiliki alat pemadam kebakaran serta mendorong perusahaan melakukan "canal blocking".

"Intinya kita yakin jika semua usaha itu dilakukan dengan sinergi yang baik maka Riau pada 2016 bebas kebakaran lahan dan hutan," tegasnya.
 
 

loading...