Rengat, (Antarariau.com) - Masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau menyayangkan pengelolaan terminal jalan lintas timur Pematang Reba kurang "/>

Pengelolaan Terminal Inhu Kurang Optimal, Bus Lewat Bayar Retribusi saja

Rengat, (Antarariau.com) - Masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau menyayangkan pengelolaan terminal jalan lintas timur Pematang Reba kurang optimal sehinga sejumlah armada angkutan umum dan bus tidak pernah masuk ke dalam terminal.
         
"Banyak bus atau kendaraan yang hanya lewat untuk membayar retribusi, setelah itu pergi," kata salah satu warga Indragiri Hulu Swandi di Rengat, Rabu.
         
Ia mengatakan, pemilik kendaraan maupun sopir truk, bus antar daerah, provinsi enggan masuk ke dalam terminal karean suasananya kurang refesentatif.
         
Instansi terkait dinilai gagal mengoptimalkan fungsi terminal tersebut, hal ini sudah semestinya menjadi perhatian serius Penjabat Bupati Indragiri Hulu Kasirudin dan pihak DPRD setempat.
         
"Selama bertugas di Inhu dharapkan mampu mengambil kebijakan agar kondisi terminal terurus dengan baik," sebutnya.
         
Salah satu sopir mobil lintas Sumatra, Jawa mengatakan, enggannya pihak pengendara masuk ke terminal karena terminal tidak terawat dengan baik, pengelolaannya kurang optimal padahal terminal itu sangat besar dan telah menghabiskan miliar rupiah untuk pembangunannya.
         
"Pihak Dishubkominfo semestinya bekerja keras dalam pengoperasian terminal itu," ujarnya.
         
Selain itu tegasnya, pemerintah jika tidak mampu mengelola dengan baik sebaiknya manajemennya diserahkan saja kepada pihak swasta agar penghasilan dalam pengelolaan terminal lebih tinggi yang dapat memberikan masukan bagi daerah.
         
Warga Indragiri Hulu Panti (56) juga mengatakan, APBD Inhu sangat tinggi, tahun 2016 mencapai Rp1,8 miliar, seharusnya untuk meningkatkan fasilitas terminal bisa lebih baik misalnya dengan membangun perkantoran lebih refresentatif, kebersihan terminal terjaga.
         
"Saat ini terlihat banyak sampah, rumput dan ruangan yang rusak," tegasnya.
         
Mnurutnya, jika angagran disahkan oleh pihak Legislatif ada untuk pengelolaan ataupun perawatan terminal dari APBD Inhu sebaiknya dievaluasi ulang, karena bakal menghamburkan uang negara lebih baik di alokasikan untuk kegiatan lainnya misalnya dibidang pendidikan.