3 Pelaku Teror Bom Thamrin Kelahiran Lubuklinggau, Ini Kata Kadisdukcapilnya

Lubuklinggau, (Antarariau.com) - Tiga diduga teroris dalam pengeboman di Jakarta beberapa waktu lalu yang diamankan Mabes Polri, dipastikan bukan warga Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Lubuklinggau Johan Sitepu.
       
Kepada wartawan, Kamis, Johan Sitepu menyatakan tersangka bom itu bukan warga Lubuklinggau meskipun awalnya enggan memberikan tanggapannya dan penjelasan.
       
"Secara pasti saya tidak tahu, tapi berdasarkan data warga inisial SL, IS dan SUD sudah pindah ke Depok, Jabar sejak tahun 2009," tandasnya.

Ia mengatakan beberapa hari terakhir banyak anggota Polsek setempat datang menanyakan data informasi terkait ketiga warga tersebut ke kantor Disdukcapil. 
  
"Namun saya tak tahu persis alamat ketiga warga tersebut sebelum pindah ke Depok karena saya belum menjabat di Dsidukcapil, tapi tetap akan ikut membantu petugas mencarinya," tuturnya.
       
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0406/Mura-Lubuklinggau-Muratara Letkol Armed Wiwin Sugiono menyatakan akan mendalami kebenaran asal usul ketiga tersangka diduga terlibat dalam kasus teror bom di Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (13/1).
       
"Kita masih mendalami perihal tiga warga kelahiran Lubuklinggau tersebut, namun masih perlu didalami lagi terkait informasinya," katanya.
       
Apakah ketiga tersangka itu benar besar dan lahir di Kota Lubuklinggau serta KTP-nya dari kelurahan mana, hal itu mesti dipelajari lebih detil lagi sehingga data lebih lengkap.
       
Ia mengakui sebelumnya sudah mendapatkan informasi dari intelijen, KTP milik tiga pria tersebut kelahiran Lubuklinggau.

Sementara baru didalami apa peran mereka, dan apakah KTP mereka itu dikeluarkan di Lubuklinggau, atau beraktivitas di Lubuklinggau atau bahkan dari kecil sudah pergi ke Jakarta.
       
"Kan seperti itu, dan baru info awal untuk pendalaman kita lebih lanjut, tidak bisa asal terka sembarangan," tandasnya.
       
Kapolres Musirawas AKBP Herwansyah Saidi mengatakan pasca terjadinya aksi teror bom di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis lalu, pengamanan sejumlah wilayah ditingkatkan, diantaranya wilayah hukum Polres Musirawas dan Kabupaten Musirawas Utara.
       
Ia mengatakan kondisi keamanan di wilayah hukum yang dipimpinnya hingga saat ini tetap kondusif, kendati demikian tetap meningkatkan pengamanan hingga siaga satu.

Hal itu sebagai antisipasi agar tidak ada oknum tak bertanggungjawab yang merugikan orang lain, dengan  membunuh secara keji.

Menurut dia pelaku pengebom merupakan tindakan dosa besar dan dilarang semua agama, untuk itu masyarakat diimbau mewaspadai kegiatan yang mencurigakan dilingkungan sekitarnya.

"Bila menemukan atau menerima informasi, kami berharap masyarakat segera melapor ke aparat hukum terdekat, jangan main hakim sendiri karena itu melanggar aturan," tandasnya.
       
Kapolres Kota Lubuklinggau AKBP Ari Wahyu Widodo mengungkapkan, pihaknya terus meningkatkan keamanan dan ketertiban lingkungannya, salah satunya menerapkan wajib lapor 1x24 jam bagi tamu yang menginap.
       
"Kami terus melakukan razia siang malam. Ini juga untuk menekan tindak aksi kejahatan," ujarnya.
       
Bila masyarakat mengetahui adanya gerakan-gerakan mencurigakan, Kapolres berharap segera melapor ke aparat penegak hukum terdekat untuk ditindaklanjuti.
       
"Intinya polisi dan masyarakat tetap waspada, silahkan lapor bila ada hal-hal yang mencurigakan," ujarnya.