Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) berhasil meraih penghargaan importir terbaik di Provinsi Riau "/>

IKPP Raih Penghargaan Importir Terbaik dari Bea Cukai pekanbaru

Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) berhasil meraih penghargaan importir terbaik di Provinsi Riau pada tahun 2015 dari Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Pekanbaru.
   
"Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi BC kepada pengguna jasa," ungkap Kepala Seksi Kepatuhan Internal  KPPBC Tipe Madya Pabean B Pekanbaru, Budi Setiawan, di Pekanbaru, Rabu.
   
Budi menyebutkan, BC setiap tahunnya memberikan penghargaan bagi pengguna jasa importir dan eksportir. Termasuk juga bagi karyawan yang dinilai berprestasi.
  
Menurut Budi dalam pemilihan pengguna jasa terbaik ini pihaknya memiliki kriteria.
   
Misalkan ia mencontohkan untuk importir terbaik kriteria yang harus dipenuhi antaranya  volume pekerjaan di wilayah Pekanbaru, tingkat kepatuhan perusahaan, besarnya penerimaan negara dari perusahaan itu.
    
Dengan demikian, lanjut dia sesuai penilaian yang sudah dilakukan bagi beberapa importir yang ada di wilayah BC maka diperolehlah importir terbaik tahun 2015 PT IKPP.
   
Selain importir, BC juga memberikan penghargaan bagi eksportir terbaik pada kurun waktu yang sama di wilayah kerja BC Pekanbaru.
   
Tidak jauh beda sebut dia lagi barometer penilaiannya menyangkut volume pekerjaan, jumlah devisa yang dihasilkan  bagi negara, tingkat kepatuhan, penerimaan buat negara dari bea keluar.
   
"Maka tahun ini  PT. Jatim Pertindo Raya berhasil meraih penghargaan eksportir terbaik 2015," tuturnya.
  
Ditempat yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal BC, Kushari Supriyanto, juga mengapresiasi pemberian penghargaan ini.
   
Namun ia berpesan kedepan pemberian penghargaan ini tidak hanya berdasarkan nominal penerimaan dari pengguna jasa saja, namun juga harus menilai perilaku dan itikat baik mereka dalam menjalankan usaha. Termasuk tingkat kepuasan pelayanan dan inisiatif mereka membangun hubungan industrial.
   
"Pengguna jasa juga diharapkan bisa memberikan inisiatif jangan hanya devisa," tutupnya.
 

loading...