Palembang, Sumatera Selatan (Antarariau.com) - Ikan harus dijadikan menu utama dalam keluarga karena terbukti memiliki kandungan gizi yang "/>

Ikan Seharusnya jadi Menu Utama Dibanding Daging Sapi dan Ayam

Palembang, Sumatera Selatan (Antarariau.com) - Ikan harus dijadikan menu utama dalam keluarga karena terbukti memiliki kandungan gizi yang sangat bermanfaat jika dibandingkan mengkonsumsi daging, kata Kepala Bagian Humas Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Selatan, Galamda Israk.

"Di saat harga daging dan ayam mahal saat ini, seharusnya ikan menjadi pilihan utama keluarga. Seharusnya hal ini terus dilakukan karena kandungan gizi dalam ikan itu sangat bermanfaat," kata Galamda di Palembang, Kamis.

Ia mengemukan, sebenarnya kaum ibu sudah memahami bahwa ikan sangat baik bagi kesehatan anggota keluarga, tapi kebiasaan yang jarang mengkonsumsi ikan membuat beralih dengan mengkonsumsi panganan lain.

Padahal dalam ikan terkandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan otak pada janin dan penting untuk perkembangan fungsi syaraf dan penglihatan bayi, protein, kaya akan asam amino, vitamin, zat besi, dan yodium.

Namun, khusus di Sumsel, masyarakat tetap dinilai gemar memakan ikan lantaran panganan khas pempek terbuat dari ikan.

Tak heran jika tingkat konsumsi ikan Sumatera Selatan berada di atas rata-rata nasional yakni mencapai 38 kg perkapita, sementara secara nasional hanya mematok 36 kg perkapita.

Meski demikian, pemahaman mengenai manfaat mengkonsumsi ikan ini harus terus digalakkan di masyarakat dengan gerakan "Gemar Makan Ikan" untuk mencapai target 40 kg per kapita per tahun.

"Secara nasional Sumsel sudah di atas rata-rata nasional yang mematok 36 kg per kapita per tahun, tapi sebagai daerah yang memiliki budaya memkonsumsi ikan seharusnya bisa lebih tinggi lagi jika konsumsi ikan segar ditingkatkan," ujar dia.

Ia mengemukakan, untuk meningkatkan konsumsi ikan ini, pemerintah juga berupaya agar harga ikan terjangkau di masyarakat.

Untuk itu, pemerintah akan menggenjot produksi perikanan tangkap dari 98 ribu ton pada 2015 menjadi 99 ribu ton pada 2018, dan mendorong kalangan swasta untuk mau berinvestasi di sektor perikanan.

"Kebijakan pemerintah banyak dikeluarkan khusus untuk meningkatkan produksi ikan secara nasional. Sumsel sendiri menjadi salah satu target pemerintah pusat karena beragam jenis ikan dapat dihasilkan dari perairan air laut, air payau, hingga air tawar," ujar dia.*